Lamongan, Tagarjatim.id – Sebanyak 19 karyawan PT BMI di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menghirup gas berbahaya yang bocor dari area produksi perusahaan, Jumat siang (5/6/2026).

Para pekerja yang terdampak langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah Lamongan. Dari total korban, enam orang harus menjalani rawat inap karena mengalami sesak napas dan tubuh lemas, sementara 13 pekerja lainnya diperbolehkan rawat jalan setelah kondisinya membaik.

Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, menjelaskan sebagian besar pasien datang dengan keluhan serupa, mata perih dan berair, hidung pilek, tenggorokan kering, serta sesak napas. Beberapa pasien juga lemas sehingga memerlukan infus.

“Keluhan yang paling banyak dirasakan adalah iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Ada enam pasien yang kondisinya memerlukan perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

Pihak rumah sakit memastikan tidak ada pasien yang mengalami muntah. Keluhan yang muncul didominasi gangguan pernapasan dan iritasi mata akibat paparan zat dari kebocoran gas.

Sementara itu, kepolisian yang turun ke lokasi memastikan peristiwa tersebut bukan disebabkan keracunan makanan. Polisi menduga para pekerja terpapar gas berbahasa saat beraktivitas di area produksi.

Kapolsek Deket, AKP Khusen, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti kebocoran gas.

“Dari hasil pemeriksaan awal, kejadian ini diduga akibat paparan gas di lingkungan kerja, bukan karena keracunan makanan. Saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan pendalaman lebih lanjut,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih menyelidiki dan mengolah TKP di area produksi PT BMI Lamongan untuk memastikan jenis gas yang bocor serta penyebab insiden. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di lingkungan industri.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08