Sidoarjo, Tagarjatim.id – Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Delta Sari di Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mengelola 12 hingga 15 ton sampah per hari guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Upaya pemilahan ini menjadi krusial di tengah terus meningkatnya volume limbah rumah tangga, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).
Fasilitas pengolahan sampah berbasis masyarakat itu melayani ribuan pelanggan domestik dan sektor niaga di wilayah setempat.
Pengelola TPS3R Delta Sari, Handoko, menyebutkan total mitra yang memanfaatkan jasa pembuangan mencapai 6.357 pelanggan, terdiri atas 6.340 rumah tangga dan 17 tempat usaha.
“TPS3R menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah. Sampah yang kami terima dipilah terlebih dahulu antara organik dan anorganik, sehingga yang dikirim ke TPA hanya sampah residu,” ujar Handoko, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan data operasional harian, karakteristik limbah yang masuk masih didominasi sampah basah, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, hingga limbah tanaman pekarangan.
Handoko menjelaskan bahwa optimalisasi pemilahan sampah organik dapat menekan potensi kerusakan lingkungan di sekitar pemukiman, terutama risiko pencemaran tanah dan sumber air bersih.
“Jenis sampah yang paling banyak kami terima adalah sampah organik. Jika dikelola dengan baik, sampah ini masih memiliki nilai manfaat dan tidak semuanya harus berakhir di TPA,” ujarnya.
Meskipun sistem mekanisasi dan pemilahan di TPS3R terus berjalan setiap hari, pengelola mengaku masih menghadapi kendala besar pada rantai paling hulu, yaitu perilaku warga sebagai produsen sampah. Menurut Handoko, tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Waru untuk memisahkan sampah organik dan anorganik dari dalam rumah masih tergolong rendah.
“Tantangan ke depan adalah meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat agar sampah sudah dipilah sebelum dibuang. Jika kesadaran itu tumbuh, pengelolaan sampah akan jauh lebih optimal dan lingkungan lebih terjaga,” tuturnya.
Saat ini, pihak pengelola TPS3R Delta Sari mengintensifkan sosialisasi mengenai pentingnya pengurangan kantong plastik sekali pakai kepada para pelanggan. Edukasi berkala dari rumah ke rumah terus digalakkan agar momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia mendorong perubahan kebiasaan warga secara permanen.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana momentum ini mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan,” pungkas Handoko.(*)




























