Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) pada Sabtu (25/4/2026) sebagai bagian dari proses regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan (PAC). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Malang Sanusi, anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo, serta perwakilan dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Dalam rangkaian acara tersebut, DPC PDIP Kabupaten Malang juga meresmikan Masjid At-Taufik yang berada di lingkungan kantor partai.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menjelaskan bahwa Musancab merupakan kelanjutan dari agenda organisasi setelah pelaksanaan Muskernas di tingkat DPP dan Musda di tingkat DPD. Agenda ini bertujuan membentuk kepengurusan baru di tingkat kecamatan.
“Musancab merupakan bagian dari siklus organisasi untuk menyusun kepengurusan baru di tingkat PAC,” ujarnya.
Ia menambahkan, peremajaan kepengurusan dilakukan secara rutin setiap lima tahun, sekaligus menyesuaikan struktur organisasi berdasarkan Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2026. Jumlah pengurus PAC ditentukan berdasarkan jumlah desa di tiap kecamatan, mulai dari tujuh hingga sebelas orang.
Lebih lanjut, Didik menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam struktur partai. Menurutnya, generasi Z akan menjadi kekuatan politik signifikan pada 2029–2030.
“Ruang bagi anak muda harus dibuka agar mereka mengenal dan terlibat aktif dalam politik,” katanya.
PDIP Kabupaten Malang menargetkan keterlibatan generasi Z dalam kepengurusan mencapai 40 hingga 50 persen. Generasi muda ini nantinya akan dilibatkan langsung dalam aktivitas politik di tengah masyarakat.
Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Malang, Zainul Arifin, mengapresiasi pembangunan fasilitas ibadah di lingkungan kantor partai. Ia menilai keberadaan masjid dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Muhammad Nurul Humaidi. Ia menyebut pembangunan masjid tersebut sebagai wujud komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama.
Selain itu, ia menilai pelaksanaan Musancab mencerminkan dinamika organisasi yang terus berkembang dan diharapkan mampu melahirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. (*)


























