Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, memberikan pembinaan langsung kepada 13 taruna Latihan Kerja (Latja) Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarawahita. Pembinaan tersebut menitikberatkan pada penguatan profesionalisme, humanisme, dan kedekatan dengan masyarakat selama pelaksanaan Latja di wilayah hukum Polresta Malang Kota, Sabtu (13/6/2026).

Kombes Putu Kholis menjelaskan, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan fisik seperti olahraga pagi yang rutin dipimpinnya, tetapi juga melalui keterlibatan langsung para taruna dalam berbagai aktivitas kepolisian berbasis masyarakat.

Selain itu, para pejabat utama Polresta Malang Kota hingga jajaran kapolsek ditunjuk sebagai pembimbing lapangan guna memastikan proses pembelajaran berlangsung secara komprehensif dan aplikatif.

“Kami ingin para taruna tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Kota Malang merupakan miniatur Indonesia, sehingga mereka harus mampu memahami keberagaman karakter masyarakat sebagai bekal menjadi perwira Polri yang profesional dan humanis,” kata Putu Kholis.

Menurutnya, pendekatan kemasyarakatan menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, para taruna dilibatkan dalam kegiatan sambang poskamling hingga dialog bersama warga pada malam hari.

Melalui kegiatan tersebut, para calon perwira Polri berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus memahami harapan warga terhadap institusi kepolisian.

“Taruna harus belajar mendengar, memahami, dan hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Dengan begitu, kolaborasi dan soliditas antara Polri dan masyarakat dapat terus terbangun,” ujarnya.

Dalam rangkaian Latja, para taruna juga diajak bersilaturahmi dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan empati dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan bagi para peserta Latja.

Kunjungan tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan sensitivitas sosial sekaligus memberikan pemahaman mengenai aspek psikologis dan sosial dalam penanganan peristiwa kemanusiaan.

Salah satu taruna Akpol, Joshua Stephanus Panjaitan, mengaku memperoleh pengalaman berharga dari interaksi langsung dengan masyarakat. Saat berkunjung ke kediaman Astri, warga Kelurahan Gadang, ia menyebut pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh di bangku akademi.

“Kami belajar langsung berinteraksi dengan masyarakat, mendengar aspirasi, serta memahami harapan mereka terhadap Polri. Kami juga meminta saran dan doa agar kelak dapat menjalankan tugas dengan baik,” ujar Joshua.

Pada kesempatan itu, Astri berpesan agar para taruna kelak menjalankan tugas kepolisian dengan mengedepankan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Menjadi polisi tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga kalian dapat menjalankan amanah itu dengan hati,” pesannya.

Melalui berbagai kegiatan Latja tersebut, Polresta Malang Kota berharap para taruna Akpol mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pengalaman lapangan serta membangun karakter sebagai perwira Polri yang tegas, humanis, adaptif, dan dekat dengan masyarakat. (*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08