Kabupaten Kediri, Tagarjatim.id – Situs Persada Sukarno atau nDalem Pojok kembali menggelar Ruwat Agung Sukarno sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan hidup Sang Proklamator sekaligus memperingati momen bersejarah pergantian nama dari Kusno menjadi Sukarno, Minggu (14/6/2026)

Ketua Harian Situs Persada Sukarno (nDalem Pojok), Kus Hartono, menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi lukatan atau penyucian yang dipimpin umat Hindu dari Kediri. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan seremonial kebangsaan yang sarat nilai persatuan.

“Acara diawali dengan seremonial seperti biasa; ada Indonesia Raya, Sumpah Pemuda, Proklamasi, Pancasila, Pembukaan Undang-Undang, dan Sumpah Jati Diri Bangsa, yang sebelumnya diawali dengan doa lintas agama,” ujarnya kepada Tagarjatim.id

Usai prosesi tersebut, peserta mengikuti Kirab Agung Ruwat Sukarno dari Pesantren Jati Diri Bangsa menuju Situs Persada Sukarno yang berjarak sekitar 300 meter. Kirab diikuti tokoh lintas agama, budayawan, serta berbagai komunitas dengan iringan kesenian tradisional khas Kediri.

Pada kesempatan itu juga diresmikan dua penanda sejarah oleh Brigjen Pol. Langgeng Purnomo selaku Karobinkar SSDM Mabes Polri sekaligus penggiat Jati Diri Bangsa, yakni plakat atau papan nama bertuliskan “Di Sinilah Lahirnya Nama Sukarno” di depan situs dan patung kecil Sukarno yang menggambarkan masa transformasi nama Sang Proklamator.

Menurut Kus Hartono, peringatan tersebut bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat karakter kebangsaan.

“Jati Diri Bangsa ini kita yakini sebagai kunci untuk mencapai Indonesia Raya sebagai imam perdamaian dunia,” tegasnya.

Sebagai puncak acara, panitia menampilkan teatrikal yang mengisahkan pergantian nama Kusno menjadi Sukarno. Pementasan itu mengangkat kisah Mbah Panji, Patih nDalem Pakubuwono IX yang mendidik Sukarno kecil di nDalem Pojok.

Dalam kisah tersebut, Mbah Panji menyampaikan sabda yang kemudian diyakini menjadi pertanda perjalanan besar Bung Karno.

“Titenono, bocah iki bakal dadi kembang jagad,” tutur Kus Hartono menirukan sabda Mbah Panji.

Menurutnya, kalimat tersebut membuat ayah Bung Karno menitikkan air mata karena terharu sekaligus belum memahami makna yang terkandung di balik ucapan itu. Namun perjalanan sejarah kemudian membuktikan bahwa Sukarno benar-benar tumbuh menjadi tokoh besar yang dikenal dunia dan menjadi salah satu putra terbaik bangsa.

Melalui Ruwat Agung Sukarno, Situs Persada Sukarno berharap generasi muda tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai Proklamator, tetapi juga meneladani semangat kebangsaan, persatuan, dan jati diri bangsa yang diwariskannya. (*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08