Kota Batu, Tagarjatim.id – Fakta baru terungkap dari keterangan warga terkait kasus dua pria yang diduga meninggal dunia akibat minuman keras (miras) oplosan di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Salah satu warga setempat, Santoso, menyebut bahwa ketiga korban diduga telah mengonsumsi miras oplosan selama beberapa hari sebelum kejadian.

“Setahu saya, mereka ini sudah minum sejak Sabtu (2/5/2026) sampai Senin (4/5/2026). Jadi bukan sekali minum,” ujar Santoso saat ditemui, Rabu (6/5/2026).

Ia mengaku mulai menyadari kondisi korban sejak Minggu pagi (3/5/2026), saat ketiganya terlihat dalam kondisi mabuk berat.

“Minggu pagi itu kami sudah tahu mereka mabuk, sampai tidur tergeletak di depan rumah kontrakannya, tapi masih bisa diajak bicara,” jelasnya.

Santoso juga mengungkap bahwa minuman yang dikonsumsi korban diduga merupakan oplosan yang diracik sendiri.

“Waktu itu saya lihat ada minuman warna coklat keruh di galon air mineral, isinya hampir penuh. Baunya memang bau alkohol keras,” katanya.

Menurutnya, kebiasaan meracik miras oplosan bukan hal baru bagi ketiga korban.

“Mereka memang sering oplos sendiri, tapi tidak tahu campurannya apa saja. Sudah sering seperti itu,” tambahnya.

Ia menduga kondisi tubuh korban sudah tidak kuat menahan efek dari minuman tersebut.

“Ya kemungkinan sudah tidak kuat, makanya sampai meninggal,” ungkapnya.

Diketahui, dalam peristiwa tersebut dua orang dinyatakan meninggal dunia, masing-masing di lokasi berbeda.

“Yang satu meninggal di rumah sakit, yang satu di rumahnya. Satu orang lagi sekarang masih dirawat di rumah sakit,” jelas Santoso.

Sementara itu, penyelidikan masih terus dilakukan oleh Satreskrim Polres Batu untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk kandungan dalam minuman yang dikonsumsi.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi miras oplosan karena berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08