Sidoarjo, tagarjatim.id – Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo menyatakan fasilitas Liponsos Sidoarjo masih belum memadai untuk mendukung layanan rehabilitasi sosial. Selain kekurangan ruang untuk memisahkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berdasarkan tingkat kondisinya, pengelola juga masih membutuhkan pakaian, matras, dan perlengkapan dasar lainnya bagi 102 penghuni.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Diana Ambarukmi, mengatakan seluruh penghuni saat ini masih menempati bangunan pinjaman. Kondisi tersebut membuat lansia serta ODGJ dengan tingkat gangguan berat, sedang, hingga ringan masih berada dalam satu kawasan.
“Dan kenyataannya memang kami belum ada pemisahan bangunan atau ruang-ruang yang khusus untuk mulai level sembuh, setengah sembuh sampai yang belum sembuh atau sakit. Sehingga masih bercampur kondisinya,” ujar Diana, Selasa (07/07/2026).
Menurut Diana, pemisahan ruang berdasarkan tingkat kondisi kejiwaan diperlukan agar proses rehabilitasi berjalan lebih efektif. Namun, keterbatasan bangunan membuat pengelola belum dapat menerapkan sistem tersebut secara optimal.
“Walaupun sudah dipetakan, ini masih satu lingkungan. Ada ODGJ tingkat berat, sedang, dan ringan. Sebenarnya itu tidak boleh dalam satu ruangan. Harapannya nanti ada ruangan sendiri-sendiri. Kalau penghuni sudah sembuh nanti bisa dijemput, kalau tidak ada keluarganya akan kami berdayakan,” katanya.
Selain keterbatasan ruang, Liponsos juga menghadapi kekurangan perlengkapan dasar bagi penghuni. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak ialah pakaian layak pakai karena sebagian besar pakaian tidak dapat digunakan kembali setelah dipakai.
“Karena pakaian itu memang sekali pakai dibuang. Kami tidak ada anggaran untuk laundry, sementara sering kali pakaian sudah terkena kotoran sehingga tidak memungkinkan dicuci kembali,” ujar Diana.
Ia menyebut kebutuhan yang diperlukan meliputi kaus oblong, celana pendek, pakaian dalam pria dan wanita, BH, sarung, serta matras atau tempat tidur. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, pihaknya juga beberapa kali berkoordinasi dengan puskesmas.
Keterbatasan fasilitas turut memengaruhi perlengkapan makan penghuni. Pengelola memilih menggunakan kertas minyak sebagai alas makan karena wadah berbahan keras dinilai berpotensi disalahgunakan.
“Teman-teman di Liponsos kalau makan pakai kertas minyak. Karena kalau pakai mangkuk, sering kali tidak digunakan untuk makan, malah dipakai untuk BAB dan sebagainya,” kata Diana.
Dinas Sosial berharap masyarakat, dunia usaha, maupun pemangku kepentingan lain dapat berpartisipasi memenuhi kebutuhan penghuni Liponsos. Bantuan dapat disalurkan langsung ke Liponsos Sidokare atau Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dan setiap bantuan akan didata serta diberikan bukti penerimaan.
“Pakaian layak pakai, kaos oblong, celana pendek, sarung, bahkan apabila ada donatur yang memberikan matras atau tempat tidur untuk penghuni Liponsos tentu akan sangat membantu,” ujar Diana.(*)
























