Kota Batu, Tagarjatim.id – Persaingan masuk SMP Negeri di Kota Batu mulai memanas seiring dibukanya jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 323 kursi yang tersebar di sembilan SMP Negeri kini mulai diperebutkan para calon peserta didik dari keluarga prasejahtera dan penyandang disabilitas.
Jalur afirmasi dibuka selama dua hari dan menjadi salah satu jalur prioritas untuk memberikan akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahya Wisesa, mengatakan proses seleksi jalur afirmasi tidak hanya mengandalkan unggahan dokumen secara daring, tetapi juga dilakukan verifikasi faktual langsung ke rumah pendaftar.
“Kami menyiapkan tim khusus untuk melakukan survei dan verifikasi lapangan langsung ke rumah calon peserta didik sampai 22 Juni mendatang. Ini dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran,” ujar Cahya Wisesa, Selasa (19/5/2026).
Pria yang akrab disapa Sesa itu menjelaskan setiap pendaftar wajib melampirkan dokumen resmi seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), maupun Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pengecekan langsung guna mengantisipasi adanya ketidaksesuaian data administratif dengan kondisi ekonomi riil di lapangan.
“Kami tidak ingin hanya melihat data di atas kertas. Karena itu, tim verifikator akan mengecek kondisi rumah, luas bangunan, daya listrik, jumlah tanggungan keluarga, kendaraan yang dimiliki, hingga sumber penghasilan orang tua,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh indikator tersebut nantinya menjadi bahan penilaian akhir dalam menentukan kelayakan penerima kuota afirmasi.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Batu, Tatik Ismiati, mengungkapkan selama proses verifikasi kerap ditemukan perubahan kondisi ekonomi keluarga yang cukup signifikan.
“Ada calon siswa yang masih tercatat sebagai penerima PIP, tetapi setelah dicek langsung ternyata kondisi keluarganya sudah cukup mapan. Sebaliknya, ada juga keluarga yang sebelumnya mampu tetapi mendadak kesulitan ekonomi karena orang tua meninggal dunia atau terkena PHK,” terang Tatik.
Karena itu, menurutnya verifikasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan kuota afirmasi benar-benar diterima siswa yang paling membutuhkan.
“Kami ingin memastikan hak pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu benar-benar terfasilitasi secara adil,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Kota Batu berharap proses seleksi jalur afirmasi tahun ini dapat berjalan transparan, objektif, dan tepat sasaran sehingga pemerataan akses pendidikan di Kota Batu semakin optimal.(*)
























