Kota Batu, Tagarjatim.id – Ledakan kunjungan wisatawan selama momentum libur panjang Mei 2026 ternyata belum sepenuhnya membawa angin segar bagi industri perhotelan di Kota Batu. Tingginya arus wisatawan justru dibayangi tren wisata one day trip atau liburan sehari tanpa menginap yang kini semakin marak.

Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang Mei mencapai sekitar 560 ribu orang. Lonjakan tersebut dipicu rangkaian cuti bersama dan libur nasional pada pertengahan hingga akhir Mei.

Namun tingginya jumlah wisatawan itu belum berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel di Kota Batu.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan okupansi hotel saat ini masih berkisar 50 hingga 60 persen. Salah satu penyebab utamanya ialah perubahan pola liburan masyarakat yang kini cenderung memilih datang dan pulang di hari yang sama.

“Sekarang tren wisatawan banyak yang memilih one day trip. Datang pagi, wisata, lalu malam langsung pulang tanpa menginap,” ujar Sujud, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, fenomena tersebut paling terasa pada wisatawan rombongan menggunakan bus pariwisata.

“Kalau dari sekitar 100 bus yang masuk ke Kota Batu, mungkin hanya sekitar 30 bus yang rombongannya menginap. Sisanya selesai wisata langsung kembali ke daerah asal,” jelasnya.

Selain perubahan pola wisata, lesunya okupansi hotel juga dipengaruhi kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca libur Lebaran.

“Orang sekarang lebih selektif mengeluarkan uang. Jadi memilih wisata singkat tanpa tambahan biaya hotel,” katanya.

Meski demikian, PHRI Kota Batu masih berharap tingkat okupansi hotel meningkat saat momentum libur sekolah pada Juni mendatang.

“Kalau okupansi bisa sampai 70 persen saja sudah cukup bagus. Harapan terbesar memang nanti saat libur sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut prediksi lonjakan wisatawan selama Mei cukup realistis melihat tren kunjungan sejak awal tahun 2026 yang terus bergerak positif.

“Potensi Mei sangat tinggi karena banyak libur panjang dan cuti bersama. Wisatawan dari luar Jawa Timur seperti Jakarta dan Jawa Barat juga mulai meningkat,” terang Onny.

Ia menambahkan rata-rata lama tinggal wisatawan sebenarnya diperkirakan mencapai dua hingga tiga malam. Namun tren one day trip tetap menjadi tantangan tersendiri bagi sektor akomodasi.

“Ini menjadi dinamika baru di sektor pariwisata yang harus disikapi bersama pelaku usaha wisata dan perhotelan,” pungkasnya.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33