Kota Malang, Tagarjatim.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Peradi SAI Malang Raya berlangsung dramatis. Satu kandidat ketua mengundurkan diri di detik-detik akhir, membuka jalan bagi Naili Ariyani, SH, MH melenggang tanpa perlawanan dan ditetapkan secara aklamasi.
Muscab yang digelar di Hotel Harris Kota Malang, Sabtu (11/4/2026) itu awalnya diikuti dua kandidat, yakni Naili Ariyani dan Frederic Bambang Sulistyo, SH. Namun menjelang proses pemilihan, Frederic memutuskan mundur dari kontestasi.
Ketua Pelaksana Muscab, Mohamad Sugiarto, SH, MH, membenarkan perubahan dinamika tersebut.
“Memang benar, satu calon mengundurkan diri sebelum proses pemilihan. Sesuai mekanisme organisasi, kandidat yang tersisa langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan pengunduran diri merupakan hak pribadi yang tetap dihormati oleh panitia maupun peserta Muscab.
“Ini hak masing-masing kandidat. Kami menghormati keputusan tersebut dan memastikan proses tetap berjalan sesuai AD/ART,” tegasnya.
Dengan mundurnya satu kandidat, forum Muscab secara bulat menetapkan Naili Ariyani sebagai Ketua Peradi SAI Malang Raya periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi.
Sugiarto juga menekankan bahwa seluruh tahapan Muscab telah dipersiapkan secara serius selama tiga bulan terakhir, termasuk mekanisme penjaringan yang diklaim lebih terbuka.
“Ini kali pertama penjaringan pra-Muscab dibuka luas bagi anggota. Semua berjalan transparan dan sesuai aturan organisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Andik Purnomo, SH, memastikan dinamika yang terjadi tidak mengganggu jalannya agenda.
“Secara keseluruhan kegiatan tetap berjalan lancar, kondusif, dan sesuai rencana,” ujarnya.
Muscab ini juga mendapat perhatian dari jajaran pusat. Wakil Ketua Komite Organisasi dan Advokat Peradi SAI, Fajar Marpaung, SH, MH, turut hadir dan mengapresiasi jalannya forum.
“Pelaksanaan Muscab berjalan tertib, demokratis, dan menunjukkan kedewasaan organisasi,” ungkapnya.
Dengan terpilihnya Naili Ariyani secara aklamasi, harapan besar disematkan pada kepemimpinan baru untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan profesionalisme advokat di Malang Raya.
Muscab pun ditutup dengan penetapan hasil sidang serta komitmen bersama untuk menjaga integritas dan marwah profesi advokat di tengah dinamika hukum yang terus berkembang.(*)




























