Sidoarjo, Tagarjatim.id – Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) memastikan kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 10 D, Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, masih dalam kondisi aman meski sempat terjadi rembesan air bercampur lumpur pada Jumat (10/7/2026) pagi.
PPLS menegaskan rembesan tersebut bukan disebabkan kegagalan konstruksi tanggul, melainkan dampak penurunan permukaan tanah (subsidence) yang masih berlangsung di kawasan terdampak semburan lumpur.
Petugas Pelaksana Lapangan PPLS, Fahmi Zamroni, mengatakan penurunan tanah menyebabkan beberapa bagian tanggul mengalami pelemahan sehingga membutuhkan penanganan dan penguatan secara berkala.
“Memang ada beberapa titik yang mengalami pelemahan. Namun, hal itu bukan karena tanggul tidak kuat, melainkan akibat penurunan tanah yang terus terjadi di kawasan ini,” ujar Fahmi, Jumat (10/7/2026).
Menurut dia, PPLS terus memantau perubahan arah aliran lumpur dari pusat semburan. Saat ini aliran lumpur cair lebih banyak bergerak ke sisi barat, mendekati Jalan Raya Porong dan jalur rel kereta api sehingga menjadi fokus pengendalian.
Untuk mengurangi tekanan pada tanggul, PPLS mengoperasikan empat kapal keruk yang ditempatkan di Kolam 42 dan Kolam 25. Lumpur hasil pengerukan selanjutnya dialirkan menuju Sungai Porong melalui saluran pembuangan yang telah disiapkan.
Fahmi mengakui volume pembuangan lumpur sempat disesuaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran operasional yang diterapkan pemerintah sehingga berpengaruh terhadap kegiatan pengelolaan lumpur.
Meski demikian, ia memastikan pengawasan terhadap kondisi tanggul tetap dilakukan selama 24 jam. PPLS juga tengah menyiapkan kajian teknis untuk menghitung kembali kapasitas kolam penampungan serta menentukan titik-titik yang perlu diperkuat agar mampu mengantisipasi penurunan tanah di masa mendatang.
Sebelumnya, rembesan air dan lumpur muncul di tanggul titik 10 D sekitar pukul 05.15 WIB. Rembesan terjadi di sisi tanggul yang berbatasan dengan Jalan Raya Porong dan jalur rel kereta api dengan panjang sekitar dua meter.
Sejumlah warga sempat khawatir karena permukaan lumpur di kolam penampungan dinilai semakin mendekati bibir tanggul. Namun, PPLS memastikan kondisi tanggul tetap terkendali dan tidak terdapat indikasi jebol ataupun luapan lumpur keluar dari area penampungan.(*)
























