Jember, Tagarjatim.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus mengintensifkan distribusi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Hingga distribusi keempat yang dilakukan, total 19.800 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara berkala setelah hasil asesmen menunjukkan sebagian sumur warga mengering dan sebagian lainnya mengeluarkan bau sehingga tidak layak dikonsumsi.

“Hari ini relawan PMI Kabupaten Jember kembali melakukan distribusi air bersih di lokasi terdampak kekeringan yang warganya sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan minum sehari-hari,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Pada distribusi keempat, PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mengisi sejumlah tandon yang telah ditempatkan di beberapa titik, termasuk wadah penyimpanan air milik warga.

Sebanyak 51 kepala keluarga atau sekitar 129 jiwa menerima bantuan air bersih yang diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari distribusi perdana yang dilakukan sehari setelah Apel Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan pada awal Juli lalu. Saat itu, PMI Kabupaten Jember bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga Dusun Bunder.

Sejak awal musim kemarau, warga mengaku harus mencari air bersih ke daerah lain karena sumur di lingkungan mereka tidak lagi dapat dimanfaatkan.

“Sudah sekitar dua minggu kami kesulitan mendapatkan air bersih. Ada sumur yang kering, ada juga yang airnya berbau sehingga kami tidak berani menggunakannya untuk minum,” kata Nurul Hayati, warga setempat.

Warga lainnya, Fitria, mengaku bantuan air bersih dari PMI sangat membantu karena selama ini ia harus mengambil air dari rumah kerabat yang letaknya cukup jauh.

“Tadi saya melihat ada truk membawa air bersih masuk kampung. Saya langsung pulang mengambil jeriken. Biasanya harus mengambil air dari rumah saudara, sekarang lebih mudah karena ada bantuan,” tuturnya.

Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menjelaskan distribusi air bersih dilakukan setelah relawan melakukan asesmen terhadap wilayah yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, PMI bersama BPBD Jember telah memetakan daerah rawan kekeringan yang tersebar di enam kecamatan. Dalam pembagian tugas tersebut, PMI mendapat amanah untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Pakusari.

“Begitu menerima hasil asesmen bahwa warga Dusun Bunder mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau, kami langsung mengerahkan armada tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.

PMI Kabupaten Jember memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkala selama musim kemarau berlangsung. Penyaluran dijadwalkan setiap dua hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan hingga warga kembali mendapatkan akses air bersih secara normal maupun memasuki musim penghujan. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33