Sidoarjo, Tagarjatim.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo mengevakuasi seorang perempuan bernama Sumiati bersama dua anak balitanya setelah video yang memperlihatkan salah satu balitanya tergeletak di atas paving area parkir minimarket di kawasan Aloha, Kecamatan Gedangan, viral di media sosial.
Evakuasi dilakukan pada Kamis (09/07/2026) pagi setelah petugas kembali menerima laporan dari masyarakat. Sebelumnya, petugas telah mendatangi keluarga tersebut pada malam hari untuk memberikan edukasi sekaligus mengajak mereka menuju tempat yang lebih aman. Namun, ajakan itu sempat ditolak.
Dalam video berdurasi 28 detik yang beredar luas, terlihat seorang balita berada di atas paving parkiran tanpa alas di bawah terik matahari. Sementara itu, sang ibu diduga tengah memulung barang bekas di sekitar lokasi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Perlindungan dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial (PP Rehsos) Dinsos Kabupaten Sidoarjo, Kristian Yudi Arianto, mengatakan, saat ini Sumiati beserta kedua anaknya telah dibawa ke Liponsos Kabupaten Sidoarjo untuk mendapatkan perlindungan sementara.
“Dari hasil pendataan, Ibu Sumiati tercatat berdomisili di Kabupaten Probolinggo,” ujar Yudi.
Berdasarkan hasil asesmen, Sumiati bersama suami dan kedua anaknya sudah cukup lama hidup berpindah-pindah tempat. Sebelum berada di kawasan Aloha, keluarga tersebut sempat tinggal di wilayah Buduran dan berniat menyewa rumah kos di sekitar Gedangan.
Namun, kondisi ekonomi membuat mereka tidak mampu membayar biaya sewa sehingga memilih bertahan hidup dengan menginap di area SPBU Aloha selama kurang lebih dua pekan.
“Karena tidak punya biaya, mereka menginap di SPBU Aloha kurang lebih selama dua minggu,” kata Yudi.
Yudi menuturkan, pihaknya sebenarnya telah memberikan pendampingan pada malam sebelum video tersebut viral. Saat itu petugas mengingatkan agar anak-anak tidak ditempatkan dalam kondisi yang membahayakan. Namun, keluarga tersebut menolak dievakuasi.
“Tadi malam sebetulnya sudah kami beri arahan, tetapi mereka menolak. Pagi ini ada laporan lagi sehingga akhirnya kami lakukan evakuasi,” ujarnya.
Hingga kini, Dinsos masih menunggu kedatangan suami Sumiati yang diketahui bekerja dari pagi hingga sore hari. Kehadirannya dibutuhkan untuk melengkapi administrasi sebelum proses pemulangan dilakukan.
“Suaminya belum bisa kami temui. Informasinya bekerja dari pagi sampai sore,” ucapnya.
Dinsos Kabupaten Sidoarjo juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo untuk memulangkan keluarga tersebut ke daerah asal pada Jumat (10/07/2026). Proses pemulangan akan didampingi petugas mengingat kedua anak Sumiati masih berusia balita dan membutuhkan perlindungan serta perhatian khusus.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Probolinggo. Besok pagi keluarga ini akan kami antar ke sana karena ada bayi yang perlu mendapat penanganan dan perlindungan,” pungkas Yudi.(*)

























