Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Aksi teror diduga dilakukan orang tak dikenal (OTK) dengan membakar rumah milik M. Syahrul Huda (43), warga Jalan Melati No. 28, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat seluruh penghuni rumah sedang terlelap tidur. Beruntung, api cepat diketahui sehingga tidak sempat membesar dan merembet ke rumah warga lainnya.
Korban, Syahrul Huda, mengaku terbangun setelah melihat kobaran api di area garasi rumah. Saat itu, api sudah membakar sebagian tembok rumah, melalap MCB listrik, rak sepatu, hingga merusak bagian belakang mobil yang terparkir di garasi.
“Saya bangun karena melihat api sudah menyala di depan rumah. Api sudah membakar tembok, MCB listrik, rak sepatu, bahkan bumper dan lampu belakang mobil saya sudah meleleh,” ujarnya.
Tanpa menunggu bantuan datang, korban berusaha memadamkan api menggunakan selang air yang berada di halaman rumah. Setelah titik api pertama berhasil dipadamkan, ia kembali dikejutkan dengan munculnya kobaran api di lokasi lain.
“Setelah api yang pertama padam, ternyata ada titik api lagi di dekat pot bunga plastik. Saya sempat memadamkan dengan handuk basah, tetapi justru apinya semakin besar. Mungkin karena ada solar yang digunakan sebagai bahan bakar,” katanya.
Melihat kondisi semakin berbahaya, Syahrul segera membangunkan anak-anak dan keluarganya untuk keluar rumah demi menyelamatkan diri. Sementara itu, ia berusaha mengeluarkan mobil dari garasi agar tidak ikut terbakar.
Korban menduga pelaku sengaja menyiramkan bahan bakar jenis solar di dua titik berbeda sebelum kemudian menyulut api.
“Saya menduga memang sengaja dibakar. Ada dua titik api dan kemungkinan menggunakan solar. Kalau istri saya tidak sempat bangun, saya tidak tahu bagaimana nasib keluarga kami,” ungkapnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB. Usai kejadian, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Dau.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden itu menyebabkan kerusakan pada bagian teras rumah, instalasi listrik, rak sepatu, pot bunga, serta bagian belakang kendaraan. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.
Selain kerugian materiil, korban mengaku keluarganya kini mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
“Sekarang keluarga saya jadi takut setiap malam. Kami berharap pelakunya segera ditemukan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tuturnya.
Sementara itu, aparat Polsek Dau telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Polisi juga masih menyelidiki motif serta memburu pelaku yang diduga melakukan aksi pembakaran tersebut.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku maupun dugaan motif di balik aksi yang nyaris menghanguskan rumah korban. (*)


























