Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Liburan sekolah tak selalu identik dengan wisata atau bermain gawai. Sebanyak 750 siswa Sekolah Dasar dari berbagai daerah di Indonesia memilih mengisi masa liburan dengan mengikuti Camping “Hi Couragers” di Pertapaan Karmel, Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang berlangsung pada 2–5 Juli 2026.
Selama empat hari, para peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun karakter, menumbuhkan keberanian, melatih kerja sama, sekaligus mempererat hubungan antarsesama melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.
Beragam kegiatan digelar mulai dari permainan kelompok, tantangan luar ruang, refleksi bersama, hingga aktivitas yang mendorong peserta belajar mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan.
Salah satu konsep yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pembagian kelompok secara acak. Peserta yang berasal dari sekolah, kota, maupun rombongan yang sama sengaja dipisahkan agar dapat berinteraksi dengan teman baru dan belajar beradaptasi di lingkungan yang berbeda.
Pelayan Umum Kongregasi Putri Karmel, Suster Petra, mengatakan konsep tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta.
“Mereka belajar hidup bersama, bekerja sama dalam kelompok, saling mengenal, dan saling menghargai. Harapannya mereka bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter dan moral yang baik,” ujarnya.
Menurut Suster Petra, camping ini telah diselenggarakan sejak tahun 1987 atas gagasan Romo Yohanes yang ingin menghadirkan wadah pembinaan bagi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter sekaligus memiliki nilai-nilai kehidupan yang kuat.
Pada penyelenggaraan perdana, kegiatan tersebut hanya diikuti sekitar 150 peserta. Setahun kemudian jumlahnya meningkat menjadi sekitar 300 peserta. Saat itu, seluruh peserta masih bermalam di tenda karena fasilitas di lokasi belum selengkap sekarang.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini terus berkembang hingga kini mampu menampung ratusan peserta setiap tahunnya dari berbagai daerah.
Selain permainan dan aktivitas luar ruang, peserta juga mengikuti berbagai sesi pembinaan, refleksi, doa bersama, pendalaman Kitab Suci, hingga kegiatan simbolis seperti pembasuhan kaki yang mengajarkan makna saling mengampuni dan membangun hubungan yang baik dengan sesama maupun keluarga.
“Tema boleh berubah setiap tahun, tetapi ada materi pokok yang selalu kami pertahankan, yaitu bagaimana anak-anak mengalami kasih Allah, belajar mengampuni, dan memiliki relasi yang lebih baik dengan sesama,” kata Suster Petra.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Hi Couragers” yang mengajak anak-anak memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan kehidupan. Menariknya, setiap penyelenggaraan juga selalu menghadirkan lagu tema baru yang diciptakan oleh panitia sebagai penyemangat selama kegiatan berlangsung.
Persiapan camping telah dilakukan sejak awal tahun, mulai dari penyusunan materi, penentuan tema, hingga pembekalan bagi para relawan yang mendampingi peserta selama kegiatan.
Memasuki hampir empat dekade penyelenggaraan, Camping “Hi Couragers” di Pertapaan Karmel Poncokusumo terus menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan keberanian, memperkuat kepedulian, dan membangun nilai-nilai kehidupan sebagai bekal di masa depan.(*)

























