Ngawi, tagarjatim.id – Puluhan pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) pondok rehabilitasi jiwa Assyifa yang berada di desa Cepoko, kecamatan Ngrambe, kabupaten Ngawi Jawa Timur, mengikuti pentas seni, senin (29/06/2026) malam.

Dengan memakai pakaian adat Jawa, mereka menampilkan tarian dan reog diatas panggung untuk memeriahkan tasyakuran ke 21 pondok rehabilitasi jiwa Assyifa tersebut.

Di atas panggung, pasien ODGJ dengan gemulai dan lincah menari mengikuti irama musik dan menjadi tontonan menarik ribuan warga yang datang dari desa lainnya yang menyaksikannya. Selain warga, turut hadir Kapolsek Ngrambe, Danramil Ngrambe, Camat Ngrambe dan Sejumlah Kepala Desa.

Yang lebih menarik, ada pasangan suami istri merupakan pasien ODGJ bernama bernama Firsta dan Eri, yang dirawat di pondok rehabilitasi jiwa Assyifa juga ikut pentas seni dengan memakai pakaian adat Jawa.

Menurut Dimas Saputro, pengasuh pondok rehabilitasi jiwa Assyifa Ngawi, untuk menguasai seni tari dan reog, para pasien ODGJ mendapatkan pelatihan selama dua bulan dari instruktur tari. Diharapkan, dengan mengikuti acara ini, para pasien ODGJ bisa lebih termotivasi dan semangat saat dalam perawatan di pondok rehabilitasi jiwa.

” Alhamdulillah, acara pada malam ini bisa berjalan lancar atas gotong royong warga sekitar dan dibantu oleh anggota muslimat NU dan anggota Banser setempat” Ungkap Dimas.

Selain menampilkan seni reog dan tarian, acara itu juga dimeriahkan oleh pengajian dan mendatangkan penceramah kondang K.H. Anwar Zahid dari Bojonegoro.(*)

Iklan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara dari dinas pendidikan kota batu
WhatsApp Image 2026-06-30 at 08.41.49