Kota Batu, Tagarjatim.id – Wisata edukasi kini tidak hanya menghadirkan informasi melalui koleksi yang dipamerkan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik yang diusung Museum Musik Dunia Jatim Park 3, dengan mengajak pengunjung mengenal berbagai alat musik dari berbagai negara, termasuk Bianzhong, alat musik tradisional asal Tiongkok yang sarat nilai sejarah dan filosofi budaya.

Pengalaman ini menjadi salah satu aktivitas edukatif yang dapat dinikmati wisatawan selama liburan sekolah di Kota Batu. Sebagai salah satu koleksi unggulan di Museum Musik Dunia, Bianzhong memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk tidak hanya mempelajari sejarahnya, tetapi juga merasakan pengalaman memainkan alat musik tersebut secara langsung. Pendekatan interaktif ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam karena pengunjung dapat mendengar karakter bunyi khas Bianzhong sekaligus memahami teknik dasar memainkannya.

Endang Shobirin, Koordinator Manajer Jatim Park 3 mengatakan, Museum Musik Dunia terus mengembangkan konsep wisata edukasi yang menggabungkan unsur rekreasi dengan pembelajaran budaya melalui koleksi alat musik dari berbagai belahan dunia.

“Museum Musik Dunia kami rancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi seluruh kalangan. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga diajak memahami sejarah, filosofi, dan nilai budaya yang melekat pada setiap alat musik. Melalui pengalaman yang interaktif, kami berharap apresiasi terhadap keberagaman budaya dunia dapat tumbuh sejak dini,” ujarnya.

Bianzhong merupakan seperangkat lonceng perunggu yang disusun pada sebuah rangka kayu dan dimainkan menggunakan pemukul khusus. Keunikannya terletak pada kemampuan setiap lonceng menghasilkan dua nada yang berbeda, bergantung pada titik yang dipukul. Pada masa Tiongkok kuno, alat musik ini digunakan dalam upacara keagamaan, ritual kerajaan, hingga pertunjukan musik istana sebagai simbol keharmonisan, keseimbangan, dan kemegahan.

Tidak hanya memperkenalkan bentuk dan cara memainkan alat musik, Museum Musik Dunia juga mengajak pengunjung memahami bagaimana musik menjadi bagian dari identitas budaya suatu bangsa. Melalui informasi yang disajikan pada setiap koleksi, pengunjung dapat menelusuri perjalanan sejarah musik dari berbagai peradaban sekaligus mengenal nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pendekatan tersebut menjadikan Museum Musik Dunia sebagai salah satu destinasi wisata edukasi yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Anak-anak, pelajar, hingga wisatawan umum memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman secara langsung, sehingga proses mengenal budaya dunia menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Sebagai bagian dari Jatim Park 3, Museum Musik Dunia menghadirkan ratusan koleksi alat musik dari berbagai negara yang tersaji dalam konsep edukatif dan interaktif.

Kehadiran beragam koleksi tersebut menjadi wujud komitmen Jatim Park 3 dalam menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperluas wawasan masyarakat mengenai sejarah, seni, dan budaya dunia. Melalui koleksi seperti Bianzhong, Museum Musik Dunia terus mengajak masyarakat untuk

mengenal keberagaman budaya melalui bahasa universal, yaitu musik.

Diharapkan pengalaman tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rekreasi selama liburan sekolah di Kota Batu, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu serta apresiasi terhadap warisan budaya dunia yang telah berkembang lintas generasi. (*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08