Kota Malang, tagarjatim.id – Fakultas Hukum (FH) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus memperkuat kualitas akademik dengan menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas menyusun kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi.

Workshop diselenggarakan secara hybrid dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dosen, mahasiswa, alumni, hingga mitra praktisi seperti notaris, advokat, kejaksaan, kepala desa, serta perwakilan TNI dan Polri.

Ketua panitia kegiatan, Fahmi Arif Zakaria, mengatakan penyusunan kurikulum tidak hanya berkaitan dengan penyusunan mata kuliah maupun dokumen pembelajaran, tetapi juga merupakan komitmen institusi dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kurikulum bukan hanya deretan mata kuliah, bukan sekadar tabel CPL, CPMK, atau RPS. Kurikulum adalah janji. Janji fakultas kepada mahasiswanya bahwa ilmu yang diajarkan akan tetap hidup, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Menurut Fahmi, workshop tersebut menjadi ruang kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan lulusan Fakultas Hukum Unikama tidak hanya menguasai teori hukum, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unikama, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, SH., MH., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari agenda peninjauan kurikulum yang telah dilaksanakan pada 19 Juni 2026.

Ia mengatakan workshop menghadirkan narasumber Yuniar Ika Putri Pranyata, M.Pd., yang memberikan materi mengenai penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education.

“Hari ini kita melaksanakan workshop dan sosialisasi visi misi Fakultas Hukum dengan menghadirkan narasumber kurikulum OBE untuk memberikan materi terkait penyusunan CPL dan RPS berbasis OBE,” jelas Darajatun.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Unikama, Dr. Choirul Huda, M.Si., menekankan bahwa implementasi kurikulum OBE harus menjadi pedoman nyata dalam proses pembelajaran, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi.

Menurutnya, perubahan kebijakan pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi mampu menyesuaikan diri dengan berbagai Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Tambahan (IKT) yang kini menjadi bagian penting dalam proses akreditasi.

“RPS bukan hanya dokumen administrasi, tetapi janji suci bersama. Siapapun dosen yang mengajar harus berpedoman pada RPS yang telah disusun bersama agar capaian pembelajaran benar-benar terukur,” tegasnya.

Selain penguatan aspek akademik, Unikama juga menekankan pentingnya nilai karakter dan kearifan lokal dalam penyusunan kurikulum. Menurut Choirul Huda, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki integritas, karakter, serta menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan.

Melalui workshop ini, Fakultas Hukum Unikama berharap mampu menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, berorientasi pada capaian pembelajaran, serta mampu mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika dunia hukum yang terus berkembang.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08