Kota Malang, Tagarjatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meninjau fasilitas President Suite dan ruang VVIP di Grand Pavilion Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Khofifah menilai konsep layanan yang dihadirkan RSSA menjadi terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien.
Menurut Khofifah, salah satu keunggulan layanan di Grand Pavilion adalah pasien tidak harus dipindahkan ke ruang ICU ketika membutuhkan tindakan intensif. Sebaliknya, peralatan ICU dapat didatangkan ke kamar pasien yang telah disiapkan.
”Yang diharapkan pasien tentu layanan yang makin berkualitas. Kalau pasien sudah membutuhkan tindakan seperti di ICU, maka yang dilakukan di Grand Pavilion ini bukan pasiennya yang dibawa ke ICU, tetapi beberapa peralatan ICU yang disiapkan di kamar untuk memberikan layanan dan tindakan tertentu. Mungkin tidak banyak rumah sakit yang bisa menyiapkan sistem pelayanan seperti ini,” kata Khofifah saat peninjauan.
Ia menjelaskan, konsep tersebut membuat pasien tetap berada di kamar sehingga tidak perlu berpindah ruangan ketika memerlukan penanganan medis tertentu. Menurutnya, tenaga medis dan berbagai peralatan yang akan mendatangi pasien.
”Yang sehat yang datang, artinya dokter dan perawat yang datang. Pasien tetap stay di kamar, sementara berbagai jenis peralatan yang dibutuhkan disiapkan di kamar pasien, termasuk peralatan ICU untuk kamar VVIP maupun President Suite,” ujarnya.
Khofifah berharap inovasi pelayanan serupa dapat terus dikembangkan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, peningkatan layanan tidak hanya dari sisi bangunan dan fasilitas, tetapi juga kualitas tenaga medis maupun paramedis.
”Hari ini kita melihat kamar-kamar VVIP dan President Suite memang disiapkan dengan berbagai fasilitas yang memberikan keamanan, kenyamanan, dan peningkatan layanan bagi pasien,” tuturnya.
Khofifah juga membandingkan fasilitas tersebut dengan Graha Amerta di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ia menyebut kemampuan tenaga medis dan kelengkapan alat kesehatan di Graha Amerta sudah sangat baik, namun konsep ruang seperti President Suite dan VVIP di RSSA belum dimiliki.
”Di Soetomo ada Graha Amerta. Kelengkapan alat kesehatannya sudah sangat mumpuni dan dokter spesialisnya sangat expert. Tetapi ruangan seperti President Suite dan VVIP yang ada di Saiful Anwar ini belum dimiliki. Sekarang sedang dilakukan exercise kemungkinan apa saja yang bisa diintegrasikan,” jelasnya.
Selain pelayanan medis, Khofifah juga berharap rumah sakit di bawah Pemprov Jatim mampu memberikan pelayanan yang lebih humanis, termasuk pendampingan spiritual bagi pasien yang berada dalam kondisi terminal.
”Harapan saya, rumah sakit juga bisa melayani pasien yang sudah dalam keadaan terminal. Kalau memungkinkan, tim dokter dan peralatan bahkan bisa dibawa ke rumah pasien agar mereka tetap didampingi keluarga. Yang diinginkan banyak orang ketika menghadap Allah adalah didampingi keluarga dan dipandu dengan doa-doa. Mudah-mudahan itu menjadi bagian dari ikhtiar menuju husnul khatimah,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSSA Malang Bachtiar mengungkapkan tarif President Suite untuk sementara dipatok sekitar Rp1 juta per hari, sedangkan kamar VVIP sekitar Rp800 ribu per hari.
”Untuk President Suite sekitar Rp1 juta per hari. Yang VVIP sekitar Rp800 ribu per hari, untuk sementara ini,” ujarnya.
Menanggapi tarif tersebut, Khofifah menilai biaya yang dikenakan sangat terjangkau jika dibandingkan dengan fasilitas yang tersedia.
”Kalau luasnya 76 meter persegi, hotel pun tidak dapat segitu. Ini murah,” kata Khofifah.
Bachtiar menambahkan, Grand Pavilion secara keseluruhan memiliki 100 kamar. Namun, sebanyak 80 kamar telah siap dioperasikan.
”Secara keseluruhan kami menyiapkan 100 kamar, dan yang siap dioperasionalkan saat ini ada 80 kamar,” pungkasnya. (*)



























