Sidoarjo, tagarjatim.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memetakan puluhan titik perlintasan sebidang tanpa penjagaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Data perusahaan mencatat 20 dari total 85 perlintasan sebidang di wilayah tersebut hingga kini belum memiliki petugas jaga maupun palang pintu otomatis.
Kondisi ini menempatkan para pengguna jalan, terutama pengendara kendaraan bermotor, dalam risiko kecelakaan tinggi jika tidak meningkatkan kewaspadaan saat melintas. Dari total titik yang ada, PT KAI mengelola 28 perlintasan, sementara 37 titik lainnya berada di bawah pengawasan Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, atau hasil swadaya masyarakat.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, l Mahendra Trang Bawono, menjelaskan bahwa keamanan di titik-titik tersebut memerlukan kolaborasi aktif antara operator dan masyarakat. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap rambu lalu lintas menjadi kunci utama dalam menekan angka fatalitas.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau para pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mendahulukan perjalanan kereta api,” ujar, Kamis (30/04/2026).
Pihak operator kereta api juga menyoroti perilaku berkendara yang sering mengabaikan aspek keselamatan di area tanpa penjagaan. Kurangnya personel penjaga di 20 titik tersebut menuntut pengendara untuk melakukan verifikasi visual secara mandiri sebelum menyeberangi rel.
“Pastikan untuk berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta pastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum menyeberang. Jangan mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.
Selain edukasi kepada pengguna jalan, PT KAI Daop 8 terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memitigasi risiko di perlintasan sebidang. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, perjalanan kereta api mendapatkan prioritas utama di jalur yang bersinggungan langsung dengan jalan raya.
Langkah ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang kerap terjadi akibat kelalaian manusia. PT KAI berharap peningkatan kedisiplinan masyarakat di jalan raya dapat menciptakan keamanan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan publik secara berkelanjutan.(*)

























