Tagarjatim.id – Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Ki Hajar Dewantara, Sosok Bapak Pendidikan Indonesia. Tahun 2025 ini, peringatan Hardiknas kembali mengingatkan pada semangat Ki Hajar Dewantara dan tantangan dunia pendidikan di era digital.

Berikut adalah beberapa point penting tentang Sejarah, dan makna Hari Pendidikan Nasional:

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Ki Hajar Dewantara, yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, adalah tokoh pendidikan Indonesia yang visioner dan revolusioner pada masanya.

Dengan filosofi “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”, Ki Hajar Dewantara meninggalkan warisan berharga bagi dunia pendidikan Indonesia. Semboyan ini mengandung makna mendalam yang menjadi panduan dalam pendidikan menurut filosofi dan pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Beliau mendirikan lembaga Pendidikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. awalnya sekolah ini bernama “National Onderwijs Institut Taman Siswa” yang bertujuan memberikan pendidikan kepada rakyat peribumi yang saat itu tidak memiliki akses yang sama dengan kaum Bangsawan atau Belanda.

Taman Siswa menekankan metode pendidikan yang berada dari sistem kolonial, dengan fokus pada semangat kebangsaan dan kebebasan berpendapat.Konsep pendidikan yang diperjuangkan oleh Ki Hajar Dewantara sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kebebasan, kemandirian, dan kemajuan.

Makna dan Tema pada Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 diperingati pada 2 Mei dengan tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi semua pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Makna dari tema ini adalah :

  1. Kolaborasi dan Partisipasi: Semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah, sekolah, dan masyarakat, harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
  2. Pendidikan Bermutu: Tujuan utama pendidikan adalah memberikan kesempatan belajar yang berkualitas bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang atau status sosial.
  3. Inklusivitas: Pendidikan harus dapat diakses oleh semua orang, tanpa diskriminasi, untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berpendidikan.

Perayaan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang dapat dilaksanakan pada saat memperingati Hardiknas di Sekolah, yaitu:

  1. Upacara Bendera Peringatan Hardiknas: Melaksanakan upacara bendera peringatan Hardiknas pada 2 Mei 2025 dengan pembacaan pidato resmi dari Menteri Pendidikan dan refleksi tentang perjuangan Ki Hadjar Dewantara.
  2. Lomba Cerdas Cermat Tema Pendidikan: Mengadakan perlombaan cerdas cermat untuk mengasah pengetahuan siswa tentang sejarah pendidikan nasional dan tokoh-tokoh penting. Lomba bisa dilakukan antar kelas di sekolah.
  3. Pameran Karya Siswa Tema Hardiknas: Mengadakan pamersn untuk menampilkan hasil karya seni, tulisan, atau proyek ilmiah yang dibuat oleh para siswa sepanjang tahun. Hal ini untuk mengapresiasi kerja keras siswa.

Dengan semangat “Tut Wuri Handayani”, kita dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan Bangsa. Mari kita terus berjuang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, serta mengenang jasa Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi semua. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkualitas, serta mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berprestasi.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33