Kota Malang, Tagarjatim.id – Upaya meningkatkan kemandirian finansial sekaligus profesionalisme sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui kegiatan edukatif. Salah satunya dengan menggelar webinar bertajuk Pengelolaan Keuangan dan Investasi di lingkungan Daerah Operasi 7 Madiun.
Kegiatan yang berlangsung secara hibrida di Aula Lantai 2 Kantor Daop 7 Madiun ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, yakni Irma Tyasari sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Irma mengangkat tema “Sinergi Kemandirian Finansial dan Profesionalisme SDM”. Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan tidak hanya sebatas menabung, tetapi menjadi fondasi penting dalam mendukung kinerja individu di lingkungan kerja.
“Kemandirian finansial akan menciptakan ketenangan pikiran bagi SDM, yang secara langsung berkorelasi dengan peningkatan profesionalisme dan loyalitas di tempat kerja,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Webinar tersebut dibuka langsung oleh Vice President Daop 7 Madiun, Ali Afandi. Kegiatan ini dinilai relevan dengan kondisi ekonomi global yang dinamis, di mana setiap individu dituntut memiliki literasi keuangan yang baik serta kemampuan mengambil keputusan investasi secara bijak.
Selain diikuti oleh pegawai, kegiatan ini juga melibatkan anggota PIKKA sebagai bagian dari pendekatan edukasi yang menyasar keluarga besar KAI. Hal ini menunjukkan pentingnya pengelolaan keuangan tidak hanya di tingkat individu, tetapi juga dalam lingkup rumah tangga.
Kehadiran Irma Tyasari dalam forum tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademisi dan industri. Dengan latar belakang sebagai external auditor dan management consultant, ia dinilai mampu menjembatani kebutuhan praktis dunia kerja dengan pendekatan akademis.
Partisipasi ini sekaligus mempertegas posisi Unikama sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kapasitas SDM di tingkat nasional. Melalui kolaborasi semacam ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mitra strategis bagi dunia industri.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami pengelolaan keuangan secara teknis, tetapi juga mampu merancang strategi investasi yang tepat untuk mendukung stabilitas ekonomi di masa depan.(*)




























