Malang, Tagarjatim.id – Calon Presidium Aremania Utas, Yudis Fianta, menegaskan komitmennya menjadikan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di Kabupaten Malang sebagai bagian penting dalam arah kebijakan organisasi suporter kebanggan arek ngalam tersebut.

‎Jika terpilih, ia ingin menghadirkan wadah yang mampu memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan peran korwil dalam mendukung perkembangan Arema FC.

‎Pria yang akrab disapa Sam Yudis itu menilai selama ini belum ada agenda rutin yang mempertemukan para korwil secara langsung. Kondisi tersebut dinilai membuat ruang komunikasi antarsuporter belum berjalan optimal.

‎“Visi misi saya yang pertama adalah memberikan wadah bagi korwil-korwil terutama di Kabupaten Malang. Karena selama ini saya melihat belum ada agenda rutin bulanan untuk saling bertemu agar lebih guyub dan rukun,” ujar Yudis, Kamis (18/6/2026).

‎Keberadaan korwil di Kabupaten Malang memiliki peran strategis karena menjadi salah satu basis terbesar Aremania. Karena itu, hubungan yang harmonis antarkorwil perlu dibangun melalui pertemuan rutin dan program yang melibatkan seluruh elemen suporter.

‎Selain memperkuat posisi korwil, Yudis juga berkomitmen membawa aspirasi akar rumput agar lebih mudah tersampaikan kepada manajemen klub. Ia berharap keberadaan organisasi dapat menjadi jembatan antara suporter dan manajemen Arema FC.

‎Salah satu gagasan yang diusungnya adalah memperjuangkan peluang pemasukan ekonomi bagi korwil melalui sistem bagi hasil dari penjualan tiket pertandingan.

‎“Karena sekarang kita sudah dinaungi oleh organisasi, maka jalurnya bisa lebih mudah. Jadi dari korwil bisa ke organisasi, lalu organisasi nanti menyampaikannya ke manajemen,” katanya.

‎Tak hanya fokus pada wilayah Malang Raya, Yudis juga ingin mempererat hubungan antara Aremania yang berada di luar daerah dengan suporter yang berada di Malang. Menurutnya, seluruh Aremania memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung Arema FC.

‎Ia menilai tidak boleh ada sekat yang memisahkan antarsuporter hanya karena perbedaan wilayah. Kebersamaan dan solidaritas menjadi modal penting untuk membangun kekuatan Aremania ke depan.

‎Di sisi lain, Yudis menyoroti pentingnya regenerasi suporter.

‎Ia mengajak para Aremania senior untuk memberikan contoh positif kepada generasi penerus dengan menjaga sikap selama mendukung tim di stadion.

‎“Kita sebagai senior harus bersikap lebih baik demi regenerasi. Contohnya jangan berperilaku negatif dan menyanyikan lagu rasis, karena di stadion juga ada anak-anak yang kelak menjadi penerus Aremania,” ujarnya.

‎Menurut Yudis, keberlangsungan sebuah kelompok suporter tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh budaya positif yang diwariskan dari generasi ke generasi.

‎Ia juga menegaskan pentingnya totalitas dukungan terhadap Arema FC. Sebab, menurut dia, klub tidak akan berkembang tanpa loyalitas dan dukungan penuh dari suporternya.

‎Menanggapi menurunnya jumlah penonton di Stadion Kanjuruhan dalam setahun terakhir, Yudis menilai persoalan tersebut bukan disebabkan harga tiket. Ia berpendapat kualitas permainan dan konsistensi prestasi tim menjadi faktor utama yang memengaruhi antusiasme suporter.

‎“Menurut saya pribadi, kuncinya cuma satu yaitu Arema harus menang terus, maka suporter banyak yang akan datang dan itu harga mati,” katanya.

‎Karena itu, jika dipercaya memimpin Presidium Aremania Utas, Yudis mengaku akan mendorong manajemen untuk menghadirkan pemain dan pelatih berkualitas agar kejayaan Arema FC seperti era 2010 dapat kembali terulang. (*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08