Kota Batu, Tagarjatim.id – Dinamika internal DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batu mulai mengerucut. Empat nama kandidat ketua periode 2026–2031 kini memasuki tahap strategis menuju penentuan akhir melalui mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di tingkat DPP.
Keempat nama tersebut yakni Nurochman, M. Didik Subianto, Hj. Dewi Kartika, dan M. Hasan Abdillah. Mereka dinilai sebagai kader potensial dengan rekam jejak dan kapasitas untuk memimpin partai menghadapi tantangan politik ke depan, khususnya menuju Pemilu 2029.
Sekretaris DPC PKB Kota Batu, Asep Ghozy, menjelaskan bahwa proses penjaringan telah berjalan sesuai mekanisme partai dan kini memasuki tahapan krusial di tingkat pusat.
“Empat nama sudah dihasilkan melalui Muscab. Selanjutnya akan mengikuti UKK di DPP, yang nantinya menentukan satu nama sebagai Ketua DPC PKB Kota Batu periode 2026–2031,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, mekanisme berjenjang ini menjadi bagian dari sistem kaderisasi PKB untuk memastikan kepemimpinan yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dan visi strategis bagi partai.
Menguatnya empat kandidat ini tak lepas dari hasil Musyawarah Cabang (Muscab) yang sebelumnya digelar sebagai forum konsolidasi internal. Namun kini, fokus partai mulai bergeser dari sekadar forum organisasi menuju penguatan strategi politik jangka menengah.
PKB Kota Batu secara terbuka menargetkan peningkatan kekuatan politik pada Pemilu 2029. Target tersebut bahkan disebut sebagai “kemenangan mutlak” yang harus dicapai melalui kerja terstruktur dan soliditas kader.
Dalam berbagai kesempatan, Nurochman menekankan pentingnya menjaga konsistensi perjuangan kader serta membangun komunikasi politik yang lebih adaptif, khususnya dalam merangkul pemilih muda.
“Semangat istiqomah kader harus terus dijaga. Ke depan, kita juga harus mampu menyesuaikan pola komunikasi dengan generasi muda yang akan mendominasi Pemilu 2029,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan DPW PKB Jawa Timur, M. Subaidi, menegaskan bahwa PKB tidak boleh hanya hadir sebagai kekuatan elektoral semata, tetapi juga harus mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
“PKB harus menjadi jawaban atas persoalan kemiskinan, ketimpangan, hingga keterbelakangan. Kemenangan politik harus diiringi dengan kemanfaatan nyata,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan perilaku pemilih.
Dengan mengerucutnya empat nama kandidat dan target politik yang semakin jelas, PKB Kota Batu kini berada pada fase penentuan arah. Hasil UKK di DPP nantinya tidak hanya menentukan figur ketua, tetapi juga menjadi kunci konsolidasi partai dalam menghadapi kontestasi politik 2029.(*)

























