Kota Kediri, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Kediri menyiapkan rekayasa lalu lintas dan kantong parkir guna mendukung kelancaran pelaksanaan Kediri Mapan Expo yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri. Pengaturan lalu lintas akan diberlakukan secara situasional selama kegiatan pada 2-3 Juli 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan penutupan jalan akan difokuskan di ruas Jalan Basuki Rahmat selama kegiatan berlangsung. Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Kombel Pol Duriyat, Jalan Pemuda, maupun Jalan Joyoboyo.
Selain pengaturan arus kendaraan, Dinas Perhubungan juga menyiapkan kantong parkir di kawasan Titik Nol dengan kapasitas sekitar 1.000 kendaraan yang diprioritaskan untuk sepeda motor, namun tetap dapat dimanfaatkan kendaraan roda empat sesuai ketersediaan ruang.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan pihak kepolisian untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap terjaga selama kegiatan berlangsung,” jelas Arief.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pemerintah juga menyiapkan toilet portabel di sejumlah titik di kawasan Balai Kota dan sekitar lokasi kegiatan.
Arief mengimbau masyarakat agar mematuhi rekayasa lalu lintas serta arahan petugas selama kegiatan berlangsung.
“Mohon maaf untuk masyarakat Kota Kediri apabila mengganggu kenyamanan berlalu lintas dan mohon kerja samanya kepada seluruh pihak agar peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat maupun pengunjung,” pesannya.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan tersebut adalah Jambore Nasional Vespa Small Frame yang dipusatkan di kawasan Goa Selomangleng dan Balai Kota Kediri.
Ketua panitia, Agung, mengatakan kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas Vespa dari berbagai daerah, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi wisata Kota Kediri.
Rute riding akan dimulai dari Goa Selomangleng menuju Balai Kota Kediri melalui sejumlah ruas jalan utama. Panitia membatasi peserta riding maksimal 100 orang yang diprioritaskan bagi perwakilan komunitas dan tamu dari luar daerah seperti Bali, Jakarta, Pekalongan hingga Bontang, Kalimantan.
“Jambore ini adalah kegiatan riding bersama yang dijadwalkan berlangsung setelah waktu Maghrib atau sekitar pukul 18.00 WIB, menyesuaikan kondisi di lapangan. Peserta akan mengendarai vespa bersama dari venue utama di Goa Selomangleng menuju Balai Kota Kediri. Lokasi tersebut akan menjadi titik akhir perjalanan sekaligus checkpoint dan pusat kegiatan Festival Tahu yang juga merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kediri,” terangnya.
Selain jambore Vespa, rangkaian Hari Jadi Kota Kediri juga dimeriahkan Kejuaraan Bola Voli Wali Kota Cup.
Ketua pelaksana, Risal, menyebut antusiasme peserta cukup tinggi. Hingga saat ini tercatat 64 tim telah mendaftar, terdiri atas 31 tim putri dan 33 tim putra.
Kompetisi menggunakan sistem gugur dan berlangsung mulai 4 hingga 25 Juli 2026 di Omah Sawah. Para juara akan memperebutkan trofi, piala bergilir, serta hadiah uang pembinaan jutaan rupiah.
Selain dua agenda tersebut, Kediri Mapan Expo juga akan diramaikan dengan Pelatihan Desain Kostum Daur Ulang, Lomba Olahan Tahu Takwa, serta berbagai pameran UMKM dan pelayanan publik yang dapat dinikmati masyarakat selama pelaksanaan kegiatan. (*)


























