Sidoarjo, Tagarjatim.id – Satuan Kerja Vertikal Tertentu Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) memastikan kondisi tanggul penahan lumpur masih dalam kondisi terkendali meski operasional pengaliran lumpur ke Sungai Porong terdampak efisiensi anggaran pemerintah.
Kepala Satuan Kerja Vertikal Tertentu PPLS Willem S mengatakan pihaknya terus memantau kondisi tanggul melalui sistem peringatan dini yang terpasang di sejumlah titik.
“Semuanya masih termonitor. Kami memiliki peralatan peringatan dini bencana yang dipasang di seluruh tanggul,” kata Willem, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, kekhawatiran masyarakat muncul setelah beredar informasi mengenai berkurangnya operasional pengaliran lumpur ke Sungai Porong. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional.
“Efisiensi memang berdampak. Itu terjadi secara nasional,” ujarnya.
Meski demikian, Willem menegaskan PPLS tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi tanggul. Sistem peringatan dini yang tersedia akan memberikan informasi apabila terjadi perubahan kondisi yang memerlukan penanganan segera.
“Itu yang kami perkuat. Ketika terjadi sesuatu yang kritis, sistem akan memberikan informasi,” katanya.
Willem menjelaskan peralatan pemantauan telah dipasang di seluruh area tanggul. Data dari perangkat tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah penanganan apabila kondisi mendekati batas aman.
“Kalau ada kondisi yang kritis, semuanya sudah terpantau melalui sistem yang kami miliki,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga dapat memantau informasi kondisi tanggul melalui sistem informasi yang disediakan PPLS. Menurut Willem, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat terkait kondisi terkini di lapangan.
Hingga saat ini, PPLS menyatakan kondisi tanggul masih aman dan berada dalam pengendalian. Pemantauan terus dilakukan terutama pada periode musim hujan yang berpotensi meningkatkan debit air di area sekitar tanggul.(*)


























