Kota Malang, Tagarjatim.id – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menggelar diskusi santai bersama mahasiswa Universitas Widya Gama (UWG) Malang di salah satu kafe di Kota Malang, Sabtu (23/5/2026) malam.

Kegiatan yang dikemas dalam suasana semi formal tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan kepolisian guna membahas berbagai persoalan sosial sekaligus memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Diskusi itu dihadiri Rektor UWG Dr. Anwar, jajaran biro akademik, humas, kemahasiswaan, serta sekitar 20 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (ORMAWA).

Rektor UWG Dr. Anwar menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial dan wawasan kebangsaan.

“Mahasiswa harus menjadi insan unggul yang beradab. Dialog seperti ini penting untuk membuka perspektif dan membangun kesadaran sosial melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, forum diskusi santai tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membentuk mahasiswa yang adaptif, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika masyarakat.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan bahwa kegiatan dialog bersama mahasiswa merupakan langkah preemtif dan preventif dalam menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan humanis dan komunikatif.

“Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya. Apa yang menjadi keresahan mahasiswa akan kami tampung dan teruskan kepada pemerintah daerah maupun Forkopimda sebagai bahan pertimbangan kebijakan,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai meresahkan masyarakat, mulai dari peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, kepadatan perkotaan, hingga maraknya penipuan dan judi online.

Menanggapi hal tersebut, Putu Kholis menegaskan bahwa minuman keras menjadi salah satu pemicu utama berbagai tindak kriminalitas.

Ia menyebut, Polresta Malang Kota telah melakukan berbagai penindakan dengan menyita ribuan botol miras ilegal sekaligus membongkar praktik produksi miras rumahan.

“Miras berdampak buruk secara sosial maupun kesehatan. Banyak tindak kejahatan berawal dari kondisi tidak terkontrol akibat konsumsi alkohol,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti meningkatnya kejahatan digital seperti penipuan online dan judi daring yang kini semakin terorganisir dan melibatkan jaringan lintas negara.

“Masyarakat sering tergiur keuntungan instan. Hal itu dimanfaatkan pelaku dengan berbagai modus, termasuk manipulasi informasi dan konten di media sosial,” ungkapnya.

Kapolresta juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan aman.

“Kalau mahasiswa kompak menolak miras, narkoba, dan kejahatan digital, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan Kota Malang,” katanya.

Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum semakin kuat dalam menciptakan situasi keamanan dan stabilitas sosial yang kondusif di Kota Malang.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33