Sidoarjo, tagarjatim.id – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pengawasan kesehatan di tujuh pintu masuk internasional di Jawa Timur untuk mengantisipasi masuknya Hantavirus dan penyakit menular lain dari luar negeri.

Pengawasan itu berlangsung di Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Dhoho, Pelabuhan Tanjung Perak, serta pelabuhan internasional di Gresik, Tuban, Lamongan, dan Madura. Petugas memeriksa pelaku perjalanan internasional melalui thermal scanner, pemeriksaan fisik, dan pengisian data kesehatan.

Ketua Tim Kerja 4 BBKK Surabaya, dr. Mochamad Gesta Robi Farmawan, mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan di seluruh titik kedatangan internasional, terutama di pelabuhan dan bandara yang menerima penerbangan maupun kapal dari luar negeri.

“Antisipasinya kita meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk, terutama di pelabuhan internasional sama di bandara untuk kedatangan internasional,” ujar Gesta, Jumat (15/05/2026).

Petugas BBKK menyiapkan thermal scanner dan mewajibkan seluruh pelaku perjalanan internasional mengisi data kesehatan melalui laman All Indonesia sebelum memasuki wilayah Indonesia. Data itu mencakup kondisi kesehatan, gejala yang dirasakan dalam tiga hari terakhir, serta riwayat perjalanan.

“Untuk yang dikedatangan di Bandara Internasional Juanda, kami sudah mengoperasikan thermal scanner,” jelasnya.

Tak hanya itu, BBKK Surabaya juga memperketat pengawasan terhadap kapal pesiar dan kapal kargo antarbenua yang membawa ribuan penumpang serta kru. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan langsung di atas kapal sebelum penumpang turun ke dermaga.

“Kalau kapal pesiar ataupun kapal cargo yang masuk ke sini, mereka itu antarbenua. Kita periksa onboard. Penumpangnya nanti kalau turun masuk thermal scanner yang sudah kita siapkan di pelabuhan penumpang internasional,” katanya.

Petugas memberi perhatian khusus kepada pelaku perjalanan dari sejumlah negara yang masuk kategori atensi global, seperti Amerika Serikat, Finlandia, Jerman, Swedia, Chili, Argentina, Panama, Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan.

Gesta mengatakan petugas mewaspadai gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan, sesak napas akut, hingga tanda kuning pada kulit yang dapat mengarah pada penyakit menular tertentu.

“Yang diwaspadai jika ada penumpang atau kru kapal menderita demam tinggi dari internasional. Kita harus waspada, karena berbagai macam penyakit menular tidak hanya Hanta, bisa juga Meningitis Meningokokus, Covid-19, atau virus Influenza,” ucapnya.

BBKK Surabaya memprioritaskan pemeriksaan terhadap manusia dibandingkan kargo karena mobilitas manusia memiliki risiko penularan lebih cepat. Jika petugas menemukan gejala yang mengarah pada penyakit menular, BBKK akan merujuk pasien ke rumah sakit rujukan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

“Kalau ditemukan kecurigaan, kita pemeriksaan dulu keluhan dan gejala. Kalau ada yang mengarah ke sana, ya kita lakukan rujukan ke rumah sakit rujukan yang sudah ditentukan sesuai peraturan Menteri Kesehatan,” tutur Gesta.

Selain mengawasi pelaku perjalanan, BBKK Surabaya juga mewaspadai media pembawa penyakit, khususnya tikus di area gudang dan kargo di area pelabuhan dan bandara.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33