Sidoarjo, Tagarjatim.id – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo mencatat jumlah jemaah dalam daftar tunggu (waiting list) mencapai 85.164 orang per 4 Mei 2026. Angka ini menjadikan Sidoarjo sebagai wilayah dengan antrean haji terbanyak di Jawa Timur.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, menyebut masa tunggu kini mencapai 29 tahun bagi pendaftar baru. Ia menegaskan durasi tersebut merata secara nasional karena mengikuti sistem pembagian kuota terbaru.
“Estimasi sekarang merata secara nasional, semua provinsi sama, 29 tahun. Sejak Kementerian Haji dan Umrah menggunakan basis pembagi melalui waiting list, wilayah dengan jemaah banyak akan mendapatkan kuota besar juga,” ujar Eliana, Selasa (5/5/2026).
Eliana menjelaskan sistem kuota bergantung pada jumlah pendaftar di tiap daerah. Semakin besar daftar tunggu, semakin besar pula kuota yang diterima.
“Artinya kalau waiting list-nya banyak, ya kuotanya dapat banyak. Kalau sedikit, ya sedikit kuotanya. Akhirnya waiting list-nya merata semua secara nasional di angka 29 tahun,” katanya.
Ia juga memaparkan mekanisme pelunasan biaya haji yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama menyasar jemaah sesuai urutan porsi pendaftaran serta prioritas lansia.
“Tahap satu diperuntukkan bagi urut porsi; siapa yang daftar duluan, dia berangkat duluan. Kemudian ada prioritas lansia yang dijaring oleh sistem berdasarkan usia tertua dan masa tunggu terlama,” ujarnya.
Sistem memprioritaskan jemaah berusia minimal 65 tahun. Namun, di Jawa Timur, persaingan dalam kategori lansia tergolong ketat karena tingginya jumlah pendaftar.
“Perlu diketahui, untuk Jawa Timur ini prioritas lansia termudanya itu masih di kisaran usia 85 tahun. Artinya jemaah lansia di Jawa Timur ini sangat banyak,” tuturnya.
Eliana mengakui adanya keluhan dari jemaah terkait perbedaan masa tunggu antar daerah. Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi jumlah pendaftar lansia di masing-masing wilayah.
“Kalau di provinsi lain lansianya tidak banyak, otomatis hasil seleksinya beda dengan yang di Jawa Timur. Kita ini waiting list-nya terbanyak se-Jatim, bahkan nasional, kalau di Sidoarjo per tanggal 4 Mei tercatat ada total 85.164 orang,” pungkasnya.(*)



























