Kota Malang, Tagarjatim.id – Stasiun Malang Kota Baru bukan sekadar gerbang transportasi, melainkan juga surga tersembunyi bagi para pencinta kuliner.

Bagi Anda yang baru turun dari kereta api atau sedang menikmati suasana dingin musim libur sekolah, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam di restoran mahal. Cukup berjalan kaki beberapa menit dari area stasiun, Anda sudah bisa memanjakan lidah dengan cita rasa otentik yang telah bertahan lintas generasi.

Berikut adalah rekomendasi kuliner legendaris dekat Stasiun Malang Kota Baru versi kaki lima tulen yang wajib Anda coba.

1. Warung Isor Nongko (Kawasan Gajahmada)

Hanya berjarak selemparan batu dari pintu keluar Stasiun Malang Kota Baru, terdapat sebuah destinasi kuliner legendaris yang kini tampil dengan suasana baru yang semakin nyaman. Warga lokal akrab menyebutnya Warung Isor Nongko (artinya: Warung di Bawah Pohon Nangka). Sebagai informasi penting bagi para pelancong, warung legendaris ini sekarang menempati lokasi baru yang sangat ikonik, yaitu menempati gedung yang dulunya merupakan Rumah Makan Inggil di Jalan Gajahmada.

Meskipun sudah pindah ke area yang lebih luas, atmosfer merakyat khas kaki lima dan kelezatan menunya tetap dipertahankan seutuhnya. Salah satu daya tarik utama di lokasi barunya ini adalah diterapkannya sistem pelayanan mandiri.

Di sini, pembeli bisa mengambil makanan dengan konsep prasmanan. Anda dibebaskan memilih dan mengambil sendiri nasi, lauk-pauk, hingga lalapan segar sesuai dengan porsi dan selera masing-masing sebelum membawanya ke meja kasir.

Menu yang disajikan di Warung Isor Nongko didominasi oleh aneka penyetan gurih khas Jawa Timuran. Mulai dari ayam goreng garing, bebek muda yang empuk, lele, babat, paru, hingga piringan tahu dan tempe yang digoreng dadakan hangat-hangat.

Setelah lauk dipilih secara prasmanan, bagian terbaiknya adalah guyuran sambal uleknya yang terkenal super pedas, kaya terasi, dan disajikan melimpah ruah. Perpaduan konsep prasmanan yang memuaskan, tempat bersejarah yang luas, dan harga yang sangat ramah kantong mahasiswa menjadikan warung ini sebagai spot comfort food yang selalu penuh antrean di musim liburan.

2. Tahu Tek Lonceng (Jalan Laksamana Martadinata)

Bergeser sekitar 5-10 menit ke arah selatan stasiun, Anda akan menemukan salah satu kuliner legendaris di Malang. Tahu Tek Lonceng sudah melayani pembeli sejak tahun 1960-an dan hingga kini tetap mempertahankan konsep gerobak kaki lima yang ikonik.

Satu porsi hidangan ini berisi tahu goreng setengah matang, lontong, tauge segar, dan telur dadar yang dipotong-potong menggunakan gunting khas yang berbunyi “ting-ting”. Keunggulan utamanya terletak pada siraman bumbu petisnya yang hitam pekat, kental, dan memiliki perpaduan rasa gurih-manis yang pas tanpa bau amis.

Ditambah kerupuk bawang yang melimpah, kuliner satu ini sangat cocok dinikmati di sela angin Kota Malang.

3. Sate Ayam Madura Sri Rejeki (Area Depan Stasiun / Jalan Trunojoyo)

Tepat di seberang Stasiun Malang Kota Baru, di sepanjang Jalan Trunojoyo, berjajar rapi para pedagang kaki lima. Salah satu yang paling diburu saat malam hari adalah Sate Ayam Madura.

Aroma bakaran arang dan wangi bumbu kacang yang menyeruak langsung menyambut Anda begitu keluar dari pintu stasiun. Potongan daging ayamnya cukup tebal dan dibakar dengan kematangan yang pas, sehingga tetap bertekstur empuk. Siraman bumbu kacangnya bertekstur halus, gurih, dan cenderung manis khas selera Jawa Timuran, sangat nikmat disantap bersama potongan lontong hangat.

4. Bakso Bakar Pahlawan (Kawasan Pajajaran)

Masih di kawasan sekitar stasiun belakang, terdapat pelopor bakso bakar kaki lima yang selalu ramai antrean anak muda saat musim liburan.

Berbeda dengan bakso kuah konvensional, di sini biji bakso terlebih dahulu ditusuk layaknya sate, diolesi bumbu racikan rahasia yang kaya akan kecap dan saus, lalu dibakar di atas bara api hingga memunculkan efek karamelisasi yang harum. Rasa pedas-manisnya yang meresap hingga ke serat terdalam bakso, disajikan bersama semangkuk kuah kaldu hangat yang gurih untuk penyeimbang rasa.

5. Angsle dan Ronde Kaki Lima (Jalan Trunojoyo)

Menutup penjelajahan kuliner malam kaki lima, Anda wajib melipir ke kedai gerobak pinggir jalan yang menjual minuman hangat tradisional khas Malang. Di sepanjang Jalan Trunojoyo, terdapat beberapa penjual angsle dan ronde yang mangkal menggunakan tenda sederhana.

Angsle adalah kuliner penghangat tubuh yang sangat pas dengan hawa dingin Malang. Isinya berupa petulo (kue putu maiyang), ketan putih, mutiara, potongan roti tawar, dan kacang tanah goreng, lalu disiram kuah santan jahe yang manis dan gurih. Jika ingin yang sedikit pedas hangat, Anda bisa memesan wedang ronde yang berisi bola-bola ketan isi kacang dengan siraman air jahe murni.

Tips Nyaman Jajan Kaki Lima di Sekitar Stasiun Malang

Mengingat musim libur sekolah membuat kawasan stasiun jauh lebih ramai dari biasanya, berikut beberapa tips praktis:

Pintar Memilih Waktu Datang: Datanglah sedikit lebih awal sebelum jam makan puncak agar Anda bisa memilih menu prasmanan pilihan dengan lebih leluasa tanpa perlu mengantre terlalu panjang.

Siapkan Uang Tunai: Berbeda dengan restoran, beberapa pedagang kaki lima gerobakan murni masih lebih menyukai pembayaran dengan uang tunai pecahan kecil demi kelancaran uang kembalian.

Jaga Barang Bawaan: Karena konsepnya berada di tempat terbuka dan tepi jalan umum yang padat, pastikan tas atau barang bawaan Anda pasca-turun dari kereta tetap berada dalam jangkauan pengawasan yang aman.

Menikmati kuliner legendaris dekat Stasiun Malang Kota Baru dengan konsep kaki lima memberikan pengalaman liburan yang lebih hidup. Anda bisa makan sembari mendengarkan riuh rendah obrolan warga lokal, klakson kendaraan yang melintas, dan desau angin Kota Malang yang selalu membuat rindu untuk kembali ke Kota Malang. (*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08