Malang, Tagarjatim.id – Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang kini resmi memiliki Grand Paviliun. Fasilitas ini, menjadi penanda lonjakan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur, sekaligus langkah strategis menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis premium di dalam negeri.

Grand Paviliun ini diresmikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa, Rabu (22/4/2026). Dalam sambutannya, dirinya menegaskan bahwa Grand Paviliun bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari visi besar menghadirkan layanan kesehatan berkelas dunia di Jawa Timur.

“Kalau boleh saya menyebut ini diproyeksikan untuk kelas middle up. Jadi harus dilayani semua lini dengan kualitas tertentu. Kalau kita tidak menyiapkan, pasti mereka akan mencari sampai ke luar negeri,” ujar Khofifah dikutip dari keterangan resmi Kamis (23/4/2026).

Gedung Grand Paviliun berdiri megah dengan tujuh lantai dan luas sekitar 15.000 meter persegi. Pembangunannya menelan investasi hampir Rp150 miliar yang sepenuhnya berasal dari pendapatan mandiri rumah sakit, tanpa mengandalkan APBD maupun APBN.

Fasilitas ini dilengkapi 77 tempat tidur dan didukung 202 tenaga medis, terdiri dari 61 dokter spesialis dan 141 subspesialis/konsultan.

Khofifah menjelaskan, Grand Paviliun mengusung konsep layanan terintegrasi (one stop service) yang memungkinkan pasien mendapatkan seluruh layanan medis dalam satu gedung.

“InsyaAllah ini integrated system yang sudah disiapkan. Pasien tidak perlu berpindah-pindah gedung, sehingga lebih efisien dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa RSSA kini telah menjadi rujukan utama, khususnya dalam layanan laboratorium terintegrasi.

“RSUD Dr. Saiful Anwar sudah menjadi top reference untuk lab terintegrasi, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga dari luar daerah,” imbuhnya.

Dengan fasilitas premium ini, Khofifah optimistis masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

“Tidak usah ke Singapura, tidak usah ke Malaysia, ke sini saja,” tegasnya.

Lebih jauh, Khofifah mendorong seluruh rumah sakit di bawah Pemprov Jatim untuk terus berinovasi, termasuk dalam efisiensi pengadaan alat kesehatan melalui sistem konsolidasi.

“Efisiensi ini penting agar harga bisa terkontrol dan ketersediaan alat kesehatan tetap terjamin,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik kehadiran Grand Paviliun sebagai penguat layanan kesehatan di Malang Raya.

“Dengan layanan yang lebih representatif, modern, dan berorientasi pada keselamatan pasien, tentu ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan,” ujarnya.

Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto menambahkan, pembangunan Grand Paviliun merupakan bagian dari strategi jangka panjang rumah sakit dalam menghadirkan layanan modern sekaligus menjaga keberlanjutan operasional.

“Kehadiran gedung ini menjadi strategi diversifikasi layanan yang diharapkan mampu memberi kontribusi pendapatan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Grand Paviliun menjadi bagian dari visi besar World Class Hospital Collaboration di Jawa Timur.

Sejak mulai beroperasi pada 2025, Grand Paviliun telah mencatatkan 13.906 kunjungan klinik dan 2.356 rawat inap. Tiga ruang operasi yang aktif sejak Februari juga telah melayani puluhan tindakan medis.

Tak hanya itu, fasilitas unggulan seperti laboratorium robotik, MRI 1.5 Tesla, ICU modern, hingga ruang rawat inap VVIP semakin memperkuat posisi RSSA sebagai rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur.

“Kami tetap berkomitmen menjalankan pelayanan tanpa diskriminasi, sekaligus menghadirkan kualitas layanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tegas Bachtiar.

Peresmian ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur serius membangun sistem layanan kesehatan yang profesional, efisien, dan berdaya saing global. Bukan hanya mengejar standar nasional, tetapi juga menembus standar internasional.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33