Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Suasana berbeda tampak di area persawahan Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Minggu (19/4/2026) pagi. Puluhan warga memadati lokasi untuk menyaksikan lomba balap yang tak biasa, yakni balap traktor di tengah sawah berlumpur.
Tidak seperti balapan pada umumnya yang menggunakan sepeda motor atau mobil, para peserta dalam lomba ini justru mengandalkan traktor sebagai kendaraan utama. Puluhan petani dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti kompetisi yang berlangsung di lintasan sepanjang sekitar 150 meter dengan kondisi licin dan menantang.
Para peserta dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga piawai mengendalikan traktor agar tetap stabil di medan berlumpur. Sejumlah traktor terlihat terparkir di sekitar lintasan, sementara para peserta bersama timnya melakukan pengecekan untuk memastikan kendaraan siap digunakan.
Ketua panitia lomba, Amin, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari keinginan para joki traktor untuk berkumpul dan bersilaturahmi.
“Awalnya teman-teman joki traktor ingin silaturahmi. Dari obrolan itu kami berinisiatif mengadakan lomba balap traktor di sawah,” ujarnya.
Ia menambahkan, traktor yang digunakan dalam perlombaan ini tidak mengalami modifikasi khusus dan tetap menggunakan mesin pembajak seperti pada umumnya. Namun, terdapat dua kategori yang dilombakan, yakni traktor dengan mesin rotari dan mesin singkal.
“Untuk kategori traktor yang digunakan semua sama, hanya dibedakan dua jenis, yaitu mesin rotari dan mesin singkal,” ungkap Amin.
Keunikan lain dalam lomba ini terlihat dari sikap sportivitas para peserta. Dalam salah satu sesi balapan, terdapat peserta yang mengalami kendala pada traktornya. Namun, alih-alih memanfaatkan situasi untuk menang, lawannya justru membantu memperbaiki kendaraan tersebut agar bisa kembali melaju.
“Iya, tadi ada peserta yang traktornya mengalami kendala, tetapi lawannya malah membantu. Karena memang tujuan utama lomba ini bukan sekadar menang, tetapi mempererat silaturahmi,” jelasnya.
Secara keseluruhan, sedikitnya 25 tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang, seperti Dampit, Pakis, Poncokusumo, dan Gondanglegi, turut ambil bagian dalam lomba tersebut. Kecamatan Pagelaran sendiri bertindak sebagai tuan rumah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat kebersamaan antarpetani sekaligus menghadirkan inovasi kegiatan yang unik di pedesaan.(*)

























