Sidoarjo, Tagarjatim.id – Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merusak lapak pedagang di area pusat perbelanjaan Sun City Mall dan menumbangkan pohon peneduh di kawasan Medaeng sehingga sempat menghambat arus lalu lintas.
Fenomena cuaca ekstrem ini muncul secara tiba-tiba saat langit mendung pekat menyelimuti wilayah Sidoarjo. Di halaman Sun City Mall, embusan angin kencang merobohkan tenda-tenda kecil milik pedagang sebelum hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kondisi di lapangan menunjukkan angin kencang menggeser sejumlah lapak dari posisi semula dan membalik beberapa di antaranya. Para pedagang dan pengunjung di area luar gedung segera masuk ke dalam pusat perbelanjaan untuk menghindari material tenda yang beterbangan.
“Angin kencang dan mendung gelap tiba-tiba datang dan menyapu lapak-lapak di halaman. Saya merasa takut dan tidak berani keluar karena tenda-tenda sampai terbalik tertiup angin,” ujar Sanum, salah satu pengunjung Sun City Mall yang berada di lokasi saat kejadian, Senin (02/03/2026).
Dampak angin kencang meluas hingga ke jalur utama Surabaya-Sidoarjo. Sebuah pohon tumbang di dekat SPBU Medaeng dan menutup sebagian badan jalan, sehingga pengguna jalan terpaksa melambatkan laju kendaraan untuk menghindari dahan yang melintang.
Sejauh ini, otoritas terkait belum menerima laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, otoritas mengimbau warga tetap waspada karena kerusakan material dan gangguan mobilitas terjadi di beberapa titik sekaligus.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Gangguan atmosfer memicu peningkatan kecepatan angin dan curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang frekuensi rendah, dan gelombang Rossby, serta suhu muka laut yang hangat,” ujar Taufiq Kepala BMKG Juanda dalam keterangan resminya.
Hingga Senin malam, sejumlah warga dan petugas mulai membersihkan puing lapak serta memotong batang pohon tumbang. Pemerintah meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui saluran resmi guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi susulan.(*)























