Blitar – Seorang ibu rumah tangga, Sendy Claudia (32), warga Desa Bendosari Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) suaminya sendiri, Candra Hermawan (36) warga Dusun Krajan Desa Bendosari Kecamatan Kademangan Blitar.
Akibatnya, korban mengalami luka bacok pada bagian kepala, tangan, hingga jarinya terputus.
Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi membenarkan peristiwa kekerasan dalam rumah tangga itu.
“Ya benar kejadiannya, tadi siang, pukul 11.00 WIB di pinggir jalan Dusun Nggero RT 01 RW 04 Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan Blitar,” kata Ipda Putut kepada wartawan, Minggu (10/11/2024).
Menurut Putut kronologis kejadian berawal dari kedatangan pelaku ke rumah orang tua istrinya, Sukaryani, dengan tujuan meminjam ponsel milik korban tanpa alasan yang jelas. Namun, ponsel itu tidak diberikan istrinya.
“Pada saat pelaku ngotot minta Hp korban tidak memberikannya karena hp yang dipakai itu milik Sukaryani orang tua korban,” ungkapnya.
Diduga kecewa tidak boleh meminjam ponsel, pelaku lantas pulang ke rumahnya mengambil parang, kemudian kembalik lagi menemui istrinya yang saat itu keluar belanja ke toko bersama anaknya berusia 2 tahun dan ibunya, Endang Wijiati.
Pelaku yang datang dengan membawa senjata tajam tiba-tiba marah dan terjadilah pertengkaran di pinggir jalan, hingga korban dibacok senjata tajam berulangkali.
“Pelaku lebih dari 10 kali membacok istrinya. Atas kejadian ini korban menderita luka bacok pada muka, kepala atas dan belakang,telinga kanan, tengkuk, telapak tangan kiri bagian luar,telapak tangan kanan bagian luar, tulang telapak tangan kiri patah, jari tengah tangan kanan putus,” kata Ipda Putut.
Menurut para saksi, setelah puas membantai istrinya, pelaku juga sempat mengancam Sukaryani, hingga kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Selanjutnya, korban ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit.
“Karena lukanya cukup parah, korban dibawa bapaknya ke Rumah Sakit Madinah Kota Blitar. Saat ini dilaporkan korban masih menjalani operasi,” ucap Ipda Putut.
Kasus penganiayaan ini pun langsung dilaporkan keluarga korban ke polisi. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
Adapun barang bukti yang diamankan petugas yakni pakaian korban dan sebilah parang milik pelaku yang digunakan membantai istrinya.
“Untuk motif belum jelas karena korban masih dalam perawatan dan belum bisa di mintai keterangan. Sedangkan pelaku masih dalam pencarian,” pungkas Ipda Putut.

























