Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Pesan tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Sapa Murid SMK 2026 bertajuk “SMK Bermutu untuk Indonesia”.
Melalui konsep tersebut, pemerintah ingin menghadirkan pengalaman belajar yang aman, bermakna, dan menyenangkan sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, MPLS Ramah menjadi momentum awal bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter.
“Murid SMK adalah generasi unggul dan hebat. Mereka adalah harapan Indonesia yang akan meneruskan kepemimpinan di negara kita. MPLS ini adalah momentum langkah awal untuk menatap masa depan yang gemilang dan menggapai cita-cita yang mulia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tagarjatim.id, Rabu (15/7/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, pelaksanaan MPLS Ramah juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan nyaman, sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menegaskan bahwa SMK harus menjadi tempat tumbuhnya generasi pembelajar yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter yang kuat.
Ia menjelaskan, peserta didik diajak memahami bahwa pendidikan di SMK bukan sekadar mempersiapkan lulusan yang siap bekerja, melainkan juga membangun kreativitas, jiwa kewirausahaan, kemampuan berkolaborasi, serta kompetensi global yang dibutuhkan di dunia kerja yang terus berubah.
“SMK adalah salah satu wadah untuk menyiapkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan. Melalui Sapa Murid SMK 2026, kami ingin memastikan setiap peserta didik baru memulai perjalanan belajarnya dengan rasa percaya diri, semangat berkarya, dan keyakinan bahwa pendidikan vokasi membuka banyak peluang untuk masa depan,” kata Tatang.
Selain memberikan motivasi kepada peserta didik baru, kegiatan Sapa Murid SMK 2026 juga menghadirkan sesi gelar wicara bersama alumni SMK yang telah sukses berkarier. Melalui pengalaman para alumni, siswa baru diharapkan memperoleh gambaran mengenai peluang yang dapat diraih setelah menempuh pendidikan vokasi.
Salah satu peserta, Iffah Rasyadah, mengaku semakin yakin memilih SMK setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, cerita para alumni menjadi motivasi untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan masa depan.
“Saya senang karena MPLS-nya menyenangkan. Cerita sukses dari alumni SMK membuat saya semakin yakin bahwa peluang karier lulusan SMK terbuka lebar,” ujar siswa SMK Negeri 2 Singosari ini.
Iffah memilih Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer Jaringan karena ingin memperoleh keseimbangan antara pembelajaran teori dan praktik. Ia juga berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur beasiswa setelah lulus nanti.
Melalui Sapa Murid SMK 2026, Kemendikdasmen berharap peserta didik baru tidak hanya bangga menjadi bagian dari SMK, tetapi juga tumbuh menjadi generasi vokasi yang berkarakter, adaptif, kreatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia di masa depan. (*)

























