Ngawi, Tagarjatim.id – Ratusan siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ngawi Jawa Timur dibekali bahaya radikalisme dan Exstremisme oleh densus 88 di sekolahnya pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), senin (13/7/2026).

MPLS pada hari pertama ini diawali dengan upacara pembukaan, dimana dalam upacara pembukaan ada seremoni penyerahan orang tua atau perwakilan orang tua kepada pihak sekolah. Setelah upacara pembukaan, mereka mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan perkenalan pada bapak dan ibu guru.

Kemudian, ada moment khusus dimana pihak sekolah mendatangkan pembicara dari densus 88 anti teror untuk memberikan materi tentang pencegahan bahaya radikalisme dan exstremisme di sekolah.

Menurut Purwanto, Plt. Kepala SMPN 2 Ngawi, tujuan yang pertama pengenalan sekolah biar anak-anak bisa beradaptasi lingkungan di SMPN 2 Ngawi, segera mengenal dengan bapak dan ibu guru baik namanya, mata pelajarannya, sedangkan untuk kegiatan densus 88 karena adanya temuan paham radikalisme dan exstremisme sudah memapar anak-anak usai SMP.

” Dengan adanya temuan paham radikalisme dan Exstremisme itu, menjadi perhatian kami agar anak-anak SMPN 2 Ngawi mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang bahaya exstremisme,” Ungkap Purwanto.

Pihak sekolah juga berharap anak-anak yang menjalani MPLS ini bisa berjalan dengan lancar, damai, menyenangkan, bisa mengenal sekolah dengan baik dan mendapatkan berbagai ilmu baru yang tentunya belum pernah di dapat di jenjang sebelumnya.

Sebanyak 320 murid baru SMPN 2 Ngawi tersebut akan mengikuti kegiatan MPLS selama lima hari, dimulai hari senin hingga hari Jum’at mendatang.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33