Kota Malang,Tagarjatim.id – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) Rumah Sakit dr. Soepraoen, Kota Malang, Jawa Timur, mengembangkan sistem pendidikan berbasis kompetensi untuk kebutuhan industri kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat di sektor kesehatan dan perkembangan teknologi.

Rektor ITSK dr. Soepraoen Sutrisno, mengatakan dunia kerja saat ini lebih menitikberatkan pada keterampilan, pengalaman praktik, dan penguatan kompetensi profesional di berbagai bidang kesehatan dan teknologi terapan.

“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat lulusan dari sisi gelar pendidikan, tetapi juga keterampilan, pengalaman praktik, serta kompetensi profesional yang dimiliki,” kata Sutrisno, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, di era modernisasi saat ini kebutuhan tenaga kesehatan dan layanan berbasis teknologi cukup tinggi, sehingga perguruan tinggi perlu menyesuaikan proses pembelajaran dengan mengikuti perkembangan industri.

“Jadi saat ini perguruan tinggi khususnya ITSK Soepraoen terus mengembangkan pembelajaran dan penguatan kompetensi di industri dan teknologi kesehatan yang dipadukan dengan praktik lapangan, pengalaman klinis,” ujarnya.

ITSK RS dr. Soepraoen Malang saat ini memiliki sejumlah program studi di bidang kesehatan dan teknologi, di antaranya Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Fisioterapi, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Kedokteran Gigi, Informatika, Keperawatan Anestesiologi, hingga Akupunktur.

“Melalui pendekatan pendidikan berbasis kompetensi dan praktik lapangan, kampus berharap lulusan memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Sutrisno. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33