Surabaya, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan proyek normalisasi tahap ketiga Sungai Kalianak sepanjang 1,36 kilometer untuk mengendalikan banjir di kawasan Surabaya Barat dan Utara. Langkah ini merupakan kelanjutan dari proyek pelebaran aliran sungai di Kecamatan Krembangan dan Asemrowo yang saat ini memasuki tahap akhir.

Proyek tahap ketiga ini berfokus pada pelebaran sungai hingga menembus kawasan hulu di bawah jembatan tol Tambak Asri. Pemkot Surabaya mempertahankan lebar sungai sekitar 18,6 meter untuk memperbesar kapasitas tampung air guna mengurangi risiko banjir luapan maupun banjir rob saat musim hujan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya Achmad Zaini menjelaskan bahwa pengerjaan tahap kedua kini tinggal menyisakan proses penyelesaian akhir. Tim di lapangan telah menertibkan mayoritas bangunan di bantaran sungai dan melebarkan aliran air sesuai target.

“Normalisasi Sungai Kalianak tahap kedua pada dasarnya sudah selesai. Tinggal sedikit finishing, sisanya sudah berhasil dilebarkan menjadi 18,6 meter,” ujar Zaini, Minggu (24/5/2026).

Proses pembongkaran bangunan pada tahap sebelumnya sempat menghadapi kendala teknis. Petugas dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk membongkar satu bangunan bertingkat secara manual demi menjaga keamanan area sekitar.

Berdasarkan data data resmi, proyek tahap kedua ini berdampak pada 148 bangunan di wilayah Asemrowo dan 127 bangunan di Kecamatan Krembangan. Mayoritas bangunan hanya mengalami pemotongan sebagian, sementara bangunan yang dibongkar total berjumlah sedikit.

Pemkot Surabaya mengeklaim tantangan di lapangan, termasuk penolakan warga terkait batas pelebaran, dapat terselesaikan melalui pendekatan persuasif. Saat ini, petugas mulai memetakan wilayah hilir ke hulu untuk persiapan pengerjaan fisik tahap berikutnya.

“Untuk tahap ketiga ini kami masih melakukan pendataan. Insyaallah segera dilakukan sosialisasi karena masyarakat pada prinsipnya mendukung normalisasi ini,” kata Zaini.

Camat Krembangan Harun Ismail memastikan situasi di lokasi pasca-penertiban tahap kedua tetap kondusif. Pihak kecamatan bersama tim teknis masih menghitung jumlah bangunan yang akan terkena dampak pelebaran di wilayah hulu.

“Alhamdulillah situasi sudah aman terkendali. Untuk jumlah rumah terdampak tahap tiga, kemungkinan minggu depan baru ada kepastian karena tim masih melakukan pendataan,” tutur Harun.

Rencana proyek ini mendapat dukungan dari sejumlah warga setempat yang kawasannya kerap tergenang banjir. Ketua RT 09 RW 06 Tambak Asri, Suriyanto, mengaku pasrah meskipun rumah yang ia tempati selama 30 tahun masuk dalam peta area terdampak penuh pada tahap ketiga.

“Rumah saya kemungkinan terkena semua. Sedih pasti ada, tetapi ini untuk kepentingan bersama. Kalau sungai lebar, kampung kami tidak kebanjiran lagi,” ucap Suriyanto.

Pemkot Surabaya memproyeksikan penuntasan normalisasi hingga ke hulu ini dapat memperlancar pembuangan air menuju laut. Melalui integrasi saluran penampung yang memadai, risiko genangan di dua wilayah utama Surabaya tersebut ditargetkan menurun drastis pada akhir tahun anggaran. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33