Kota Batu, Tagarjatim.id – Penyelidikan dugaan praktik jual beli kios dan los di Pasar Induk Among Tani makin panas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu tancap gas dengan memeriksa lebih dari 20 saksi dari berbagai unsur.

Tak hanya pedagang, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu juga ikut dimintai keterangan untuk mengurai dugaan penyimpangan di pasar terbesar di Kota Batu tersebut.

Kasi Intelijen Kejari Batu, Wisnu Sanjaya, menegaskan bahwa tim Pidsus masih terus bergerak mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) guna memperjelas ada tidaknya unsur pidana.

“Perkara ini terus kami kembangkan. Tim Pidsus sedang meminta keterangan dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui proses tersebut,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, pemeriksaan saksi menjadi kunci dalam membongkar konstruksi perkara yang diduga melibatkan praktik melawan hukum dalam pengelolaan kios dan los.

“Keterangan saksi kami sinkronkan dengan dokumen dan data yang sudah kami miliki. Ini penting untuk memetakan secara utuh duduk perkaranya,” tegas Wisnu.

Ia juga membenarkan jumlah saksi yang diperiksa telah menembus angka puluhan dan masih berpotensi bertambah.

“Kemungkinan iya, sudah lebih dari 20 orang. Namun detailnya masih kami cocokkan dengan data tim Pidsus,” tambahnya.

Kasus ini mencuat setelah dokumen pemanggilan saksi beredar luas di media sosial. Penyelidikan sendiri mengacu pada Surat Perintah Penyelidikan Nomor PRINT-342/M.5.44/Fd.1/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026.

Sejak itu, penyidik langsung bergerak cepat dengan memanggil pihak-pihak yang diduga mengetahui alur distribusi kios dan los di Pasar Among Tani.

“Kami ingin memastikan apakah ada praktik ‘jual beli kursi’ atau penyalahgunaan wewenang oleh oknum tertentu,” ungkapnya.

Kejari Batu juga memberi sinyal bahwa perkara ini bisa naik ke tahap penyidikan jika ditemukan bukti awal yang cukup.

“Kalau alat bukti sudah terpenuhi, tentu akan kami tingkatkan ke tahap penyidikan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Meski kasus bergulir, aktivitas di Pasar Among Tani tetap berjalan normal. Pedagang masih berjualan seperti biasa, sembari menanti kejelasan hasil penyelidikan.

“Kami minta masyarakat bersabar. Proses ini berjalan sesuai koridor hukum,” pungkas Wisnu.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33