Sidoarjo, Tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur alokasi khusus sebesar 5 persen bagi anak-anak buruh untuk menempuh pendidikan di sekolah negeri. Kebijakan ini merupakan langkah afirmasi pemerintah daerah untuk menjamin akses pendidikan bagi keluarga pekerja di wilayah Sidoarjo.
Rencana penyusunan regulasi tersebut mencuat saat Bupati Sidoarjo, Subandi, menggelar dialog dengan sejumlah perwakilan serikat buruh di Pendopo Delta Wibawa. Dalam pertemuan itu, pemerintah menyerap aspirasi pekerja terkait jaminan kesejahteraan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Segera kita rapatkan untuk membentuk Perbup dalam waktu satu minggu ke depan dengan asas manfaat, khususnya untuk mengangkat kesejahteraan anak-anak buruh,” ujar Subandi, Jumat (24/4/2026).
Pemerintah daerah menetapkan kuota 5 persen tersebut untuk memprioritaskan anak buruh dari berbagai latar belakang ekonomi melalui proses verifikasi agar bantuan tepat sasaran.
Selain sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo berencana mengalokasikan anggaran rutin untuk peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) setiap tahun dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat umum.
“May Day tiap tahun kita anggarkan. Kegiatannya bisa dikemas positif, seperti jalan sehat atau kegiatan yang melibatkan buruh dan masyarakat,” katanya.
Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, pemerintah daerah juga menyiapkan program pelatihan keterampilan yang dijadwalkan berlangsung minimal dua kali dalam setahun. Program ini menyasar penguatan kompetensi teknis buruh agar selaras dengan kebutuhan industri saat ini.
“Terkait SDM atau pelatihan, akan kita anggarkan minimal dua kali dalam setahun agar buruh punya peningkatan keterampilan,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo mendorong penguatan ekonomi melalui sektor UMKM dengan mewajibkan penggunaan produk lokal dalam berbagai agenda daerah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan topi khas produksi perajin lokal Sidoarjo sebagai identitas daerah.
“UMKM topi di Sidoarjo harus kita dorong. Kita gunakan produk lokal, termasuk pemakaian topi khas Sidoarjo,” pungkas Subandi. (*)

























