Kota Malang, Tagarjatim.id – Olahraga domino atau yang akrab disapa ‘gaple’ di tengah masyarakat kini mulai naik kelas. Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kota Malang menggelar Technical Meeting (TM) jelang Kejuaraan Cabang (Kejurcab) guna menjaring atlet-atlet potensial dari Bumi Arema. Technical Meeting digelar di ruang media, Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (28/3/2026).
Ketua Pelaksana Kejurcab Orado Kota Malang, Rofif Amrullah, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Meski waktu persiapan tergolong mepet, jumlah peserta justru melampaui target awal.
“Antusiasme cukup ramai. Peserta total ada 24 tim, padahal target awal kita hanya 16 tim,” ujar Rofif Amurullah saat ditemui di sela agenda TM.
Selama ini, domino sering kali identik dengan aktivitas di pos kamling atau bahkan stigma negatif seperti judi. Melalui wadah Orado, olahraga ini diarahkan menjadi lebih profesional dengan aturan main yang baku dan transparan.
Rofif menegaskan bahwa tujuan utama ajang ini adalah mencari bibit atlet untuk mewakili Kota Malang di level yang lebih tinggi, mulai dari Kejurda, Kejurprov, hingga Kejurnas.
“Kami ingin membuat olahraga ini makin profesional dan benar-benar mencetak atlet. Jadi bukan hanya sekadar main di pinggir jalan, tapi benar-benar olahraga yang terukur,” imbuhnya.
Senada dengan Rofif, Anang Setiawan, Ketua Komisi Wasit Orado Kota Malang menyebutkan bahwa tantangan utama saat ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai aturan penilaian atau scoring yang berbeda dengan main gaple biasa.
“Kalau teknis permainan, hampir semua sudah paham. Tapi ketika menjadi cabor, ada aturan penilaian dan sanksi pelanggaran yang harus ditekankan agar peserta paham standar profesionalnya,” jelas Anang.
Anang menambahkan, pengurus Orado Kota Malang telah membuatkan detil peraturan yang dapat menjadi pegangan bagi para peserta. Mereka dapat mempelajari aturan tersebut sehingga kompetisi bisa berjalan lancar dan objektif.
“Semua peraturan kami jelaskan di TM, agar peserta dapat memahami secara detil dan pertandingan nanti berjalan objektif,” sambung Anang.
Langkah Orado Kota Malang ini mendapat sambutan hangat dari para pemain domino lokal. Salah satunya Edwin Margianus dari Getsemani Domino Community (GDC). Ia mengaku senang karena hobi yang selama ini dianggap sekadar hiburan kini memiliki wadah resmi.
“Sangat bagus dan kami dukung penuh. Akhirnya pemain gaple yang biasanya di pos kamling punya wadah untuk berprestasi secara profesional,” ungkap Edwin.
Kejurcab ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para atlet domino Kota Malang untuk berbicara banyak di kancah nasional, sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan kartu tersebut.(*)

























