Surabaya, tagarjatim.id – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan resmi memulai tahap desain proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase I rute Surabaya Gubeng–Sidoarjo. Proyek transportasi berbasis rel elektrik ini diproyeksikan menjadi solusi pengurai kemacetan di wilayah aglomerasi melalui modernisasi jalur kereta api menjadi lintas pelayanan Kereta Rel Listrik (KRL).
Kepastian ini ditandai dengan pelaksanaan Kick-off Meeting Railway Design Consultant (RDC) SRRL di Surabaya, Jumat (13/02). Pertemuan tersebut melibatkan konsultan desain asal Jepang, Chodai Co. Ltd, Bank Pembangunan Jerman (KfW) selaku penyandang dana, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Plt. Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA, Catur Wibisono, menjelaskan bahwa tahap awal ini berfokus pada pemetaan teknis mendalam mengingat jalur yang digunakan melintasi kawasan padat penduduk dan bangunan cagar budaya. Aspek keselamatan di perlintasan sebidang serta pemindahan utilitas menjadi prioritas utama dalam rancang bangun.
“Semua hal prinsipal baik utilitas, fasilitas, heritage seperti di Stasiun Gubeng, maupun keselamatan di perlintasan harus didesain secara mendalam,” ujar Catur, Jumat (13/02/2026)
Catur menambahkan, pembangunan SRRL akan mengadopsi sistem KRL lintas Solo-Yogyakarta. Proses konstruksi fisik direncanakan mulai pada tahun 2027 setelah seluruh aspek ruang bebas dan izin lingkungan rampung dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
“Harapannya, semua hal termasuk ruang bebas ini dapat ditangani dengan kolaborasi baik kita,” katanya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebutkan bahwa proyek ini sudah memasuki tahap persiapan tender konstruksi. Tantangan utama pembangunan terletak pada pengerjaan jalur elektrik yang dilakukan di atas jalur aktif tanpa mengganggu jadwal operasional kereta api yang sudah ada.
“Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya,” tutur Emil.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat alokasi dana sebesar 230 juta Euro telah disiapkan untuk merealisasikan fase pertama ini. Pengerjaan SRRL nantinya akan berjalan beriringan dengan proyek jalur ganda (double track) lintas Sepanjang-Wonokromo yang saat ini juga tengah dikerjakan oleh Kemenhub.
“Tentunya membutuhkan atensi khusus karena SRRL ini akan dikerjakan bersama dan beriringan dengan jalur ganda Sepanjang-Wonokromo,” ucap Emil.
Secara teknis, SRRL Fase I-A akan memfungsikan Depo Sidotopo sebagai pusat perawatan sarana KRL. Kehadiran kereta elektrik ini diharapkan mampu mengubah pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik di koridor Surabaya-Sidoarjo.(*)























