Jember, tagarjatim.id – Penyelidikan dugaan pelanggaran persaingan usaha tidak hanya menggunakan pendekatan keilmuan hukum dan ekonomi semata. Peran ilmu statistika dan data sains juga dibutuhkan dalam pengawasan persaingan usaha.
Karena itu, dalam beberapa tahun ke depan, firma hukum tidak saja bisa diisi oleh sarjana hukum atau ekonomi. Tetapi juga oleh sarjana matematika maupun statistika yang mempelajari dan memiliki kompetensi di bidang data sains. Karena, analisis data sangat dibutuhkan KPPU dalam melakukan perhitungan di perkara persaingan usaha.
Hal itu dikemukakan anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Dr. Eugania Mardanugraha, S.Si., M.E saat mengisi kuliah tamu bertema “Statistika dan Data sains dalam Analisis Persaingan Usaha” yang digelar Program studi Matematika FMIPA Unej pada Senin (7/7/25) di Aula Lantai 3 Gedung Kewirausahaan UNEJ.
Dalam pemaparannya, Eugania yang juga dosen FEB Universitas Indonesia ini menjelaskan peran statistika dan data sains dalam memetakan kondisi persaingan usaha, mendeteksi potensi monopoli serta meningkatkan awareness dalam persaingan usaha di Indonesia.
“Dalam ekonomi digital, data sains sangat dibutuhkan dalam mengawasi jalannya persaingan usaha untuk mengetahui siapa yang melakukan monopoli maupun monopsoni. Hal ini dinilai dari siapa yang menguasai data dan memiliki kecanggihan teknologi untuk memanfaatkan hal tersebut untuk memonopoli pesaing,” ujar Eugania.
Ia menjelaskan, kemampuan analisis data yang diajarkan di jurusan Statistika maupun Matematika di FMIPA, sangat dibutuhkan untuk bekerja sama dengan KPPU untuk menyajikan data dalam perkara-perkara yang ada di KPPU serta memerlukan perhitungan terkait dengan persaingan usaha.
KPPU, dalam menganalisis perkara persaingan usaha seperti monopoli, oligopoly, dan sebagainya membutuhkan perhitungan statistika dan matematik.
“Selain itu selama ini belum pernah ada ilmu dari persaingan usaha diperkenalkan di fakultas statistik maupun data sains. Jadi, untuk pertama kalinya sepanjang KPPU berdiri, kuliah umum ini dilakukan di fakultas yang bukan hukum maupun fakultas ekonomi,” tutur Eugania.
Doktor ekonomi moneter dari UI ini menyebut, mahasiswa dari program studi statistik selama ini belum menyadari pentingnya ilmu yang mereka pelajari di perkuliahan sangat dibutuhkan dalam menganalisis persaingan usaha.
Karena itu, kedepannya, Eugenia berharap semakin banyak mahasiswa yang mau membuat penulisan baik skripsi, tesis maupun disertasi mengenai persaingan usaha di Indonesia. Hal ini melihat kurangnya tema penulisan tersebut diangkat oleh mahasiswa Matematika maupun Statistika khususnya yang berfokus pada undang undang persaingan usaha.
“Peran statistika dan data sains juga sangat penting dalam menangani perkara dan mendeteksi pelanggaran undang-undang persaingan usaha,” pungkas Eugania.
Sementara itu, dosen statistika FMIPA Unej yang juga moderator Dr. Alfian Futuhul Hadi, S.Si., M.Si., memberikan pemaparan pembuka bahwa di era digital yang mutakhir ini, fungsi pengawasan juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.
“Bagaimana fungsi persaingan usaha itu dilakukan atau atas apa fairness bagi persaingan usaha maupun dalam hal ekonomi itu ditegakkan secara hukum. Selain itu perangkat pengawasannya sangat mungkin untuk dikembangkan dengan alat statistika dan data sains,” ujar Alfian. (*)

























