Surabaya, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan tidak akan menambah mesin Refuse Derived Fuel (RDF) pada tahun 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya memilih mengevaluasi hasil pengadaan sebelumnya, sembari menyiapkan kerja sama pemanfaatan RDF dengan industri semen dan PLN.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DLH Kota Surabaya, Ali Mustofa, menyampaikan bahwa pihaknya belum merencanakan pengadaan mesin RDF baru karena masih melakukan evaluasi terhadap kinerja mesin yang telah tersedia.
“Tidak ada pengadaan tahun ini karena kami masih melakukan evaluasi terhadap hasil pengadaan tahun lalu,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
Ali menjelaskan, Pemkot Surabaya mengembangkan teknologi RDF sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Pemerintah berharap hasil pengolahan sampah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Saat ini, DLH Surabaya tengah menyiapkan kerja sama dengan industri semen dan PLN sebagai calon pengguna RDF. Namun, Ali mengakui bahwa kerja sama tersebut belum terealisasi karena kedua pihak masih menyesuaikan komposisi RDF dengan kebutuhan spesifikasi industri.
“Ke depan, DLH akan menjalin kerja sama pemanfaatan hasil pengolahan RDF dengan industri semen dan PLN, sehingga sampah tidak semuanya berakhir di TPA Benowo,” tuturnya.
Ali menambahkan, DLH bersama calon pengguna RDF masih mengkaji komposisi bahan bakar yang sesuai. Kajian ini mencakup spesifikasi teknis hasil olahan agar RDF dapat diterima dan dimanfaatkan oleh pihak industri.
“Sekarang DLH akan menjalankan kerja sama untuk mengetahui komposisi hasil RDF yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan offtaker,” jelasnya.
Meskipun kerja sama belum berjalan, Ali memastikan DLH tetap memanfaatkan hasil pengolahan sampah. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan RDF disiapkan sebagai bahan bakar campuran bersama batu bara.
“Yang organik dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan RDF-nya direncanakan untuk bahan bakar campuran pembakaran bersama batu bara melalui kerja sama dengan industri semen dan PLN,” pungkasnya. (*)



























