Kabupaten Kediri, Tagarjatim.id – Ancaman kelebihan kapasitas mulai membayangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto di Kabupaten Kediri. Tingginya volume sampah yang terus masuk setiap hari membuat Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan langkah antisipasi melalui usulan pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menyebut TPA Sekoto yang mulai beroperasi sejak Oktober 2021 diperkirakan mencapai batas umur teknis pada 2027 sehingga diperlukan langkah penanganan lanjutan.
“Kondisi TPA Sekoto yang dilaunching pada Oktober 2021 umur teknisnya pada 2027 rawan overload sehingga harus ada penyiapan TPA lebih lanjut,” kata Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti, dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Menurut Putut, persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Kediri masih menjadi tantangan. Saat ini sampah yang berhasil dikelola baru mencapai 58,18 persen per hari, sedangkan sekitar 40,82 persen lainnya belum tertangani secara optimal.
Di sisi lain, kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup saat ini tidak lagi memperbolehkan sistem open dumping atau pembuangan sampah terbuka karena berpotensi menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kediri mengusulkan pembangunan dua TPST di Desa Sekoto dan Desa Branggahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Berbeda dengan TPA konvensional, fasilitas tersebut nantinya menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang memiliki nilai ekonomi.
“Sekarang tidak lagi dikembangkan TPA landfill seperti yang sudah ada sebelumnya, jadi harus ada teknologi pengolahannya yang ramah lingkungan,” terangnya.
Rencananya TPST Sekoto akan dibangun di Kecamatan Badas dengan luas lahan sekitar 0,68 hektare di sisi TPA Sekoto yang ada saat ini. Sedangkan TPST Branggahan akan dibangun di Kecamatan Ngadiluwih dengan luas lahan sekitar 0,29 hektare.
Data DLH Kabupaten Kediri juga menunjukkan tingginya beban TPA Sekoto. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Kediri Arman Fuadi menjelaskan kapasitas TPA Sekoto saat ini berkisar 250.000 ton, sedangkan volume sampah yang masuk masih cukup tinggi setiap hari.
“Kapasitas TPA Sekoto kurang lebih 250.000 ton. Tiap hari sampah yang masuk kurang lebih 120 ton,” jelas Arman Fuadi, Kamis (21/5/2026) siang.
Tingginya volume sampah yang masuk setiap hari tersebut menjadi salah satu faktor yang memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kelebihan kapasitas atau overload pada TPA Sekoto dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan solusi persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas pengolahan.
Mas Dhito meminta DLH melakukan pemetaan dan audit tumpukan sampah di setiap kecamatan sekaligus mendorong desa-desa yang memiliki komitmen mengelola sampah secara mandiri.
“Kita harus sentuh hulunya dulu, cari 5-10 desa yang mau dan komitmen untuk zero waste,” pesan Mas Dhito. (*)























