Kota Malang, Tagarjatim.id – Gelar Profesor bukan sekadar deretan huruf mentereng di depan nama. Bagi Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., gelar tersebut adalah alarm pengingat untuk semakin membumikan ilmu pengetahuan agar berdampak nyata bagi masyarakat.

Momen pengukuhannya sebagai Guru Besar terasa kian emosional karena bertepatan dengan perayaan Dies Natalis Unikama yang ke-69 pada bulan Mei ini. Baginya, pencapaian tertinggi dalam karier akademik ini adalah persembahan tulus untuk kampus yang ia pimpin.

Menurutnya, menyandang gelar tertinggi tanpa implementasi nyata adalah sebuah kesia-siaan. Baginya, gelar Profesor harus menjadi pemicu untuk terus mengembangkan keilmuan dan menyampaikannya kepada mereka yang membutuhkan.

“Gelar Profesor tidak hanya sekadar gelarnya saja, tapi bagaimana peran di dunia pendidikan yang benar-benar berdampak,” tuturnya kepada Tagarjatim.id, Kamis, (14/5/2026).

Prof. Sudi memandang pencapaian ini sebagai sebuah hikmah dan bentuk bimbingan dari Yang Maha Kuasa. Baginya, keberhasilan menembus seleksi ketat menuju Guru Besar bukanlah semata-mata karena kemampuan pribadi, melainkan takdir indah yang turun tepat di bulan ulang tahun kampusnya.

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk Navigasi AI untuk Pembelajaran Fisika, Prof. Sudi menyoroti tantangan besar dunia pendidikan di era kecerdasan buatan. Sebagai pakar yang memiliki latar belakang di bidang Fisika, ia menyadari bahwa materi tersebut sering kali dianggap sulit, sehingga memerlukan media pengembangan yang adaptif seperti AI.

Namun, ia memberikan catatan kritis, teknologi tanpa arah justru bisa menyesatkan. Di sinilah peran “navigasi” menjadi krusial dalam pemikiran Prof. Sudi.

“Perlu navigasi dan arah yang jelas. Mana yang harus dilakukan, mana yang tidak, dan kemampuan apa yang harus dimiliki guru dalam memanfaatkan AI,” jelasnya.

Ia ingin memastikan bahwa kehadiran AI benar-benar menjadi alat bantu yang efektif di ruang kelas, bukan sekadar tren tanpa makna.

Langkah Prof. Sudi menjadi Guru Besar diharapkan menjadi pemantik bagi dosen-dosen lain di Unikama. Saat ini, kampus multikultural ini tengah mengalami tren positif dalam peningkatan jabatan fungsional dosen. Prof. Sudi mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menandatangani lima pengajuan dari Lektor ke Lektor Kepala, dengan total sekitar 30 hingga 35 dosen yang kini tengah bersiap menuju kursi Guru Besar.

Memahami bahwa hambatan utama sering kali terletak pada biaya publikasi Scopus yang mahal, Prof. Sudi mengambil kebijakan strategis yang sangat berpihak pada stafnya.

“Kami akan memfasilitasi dan menyediakan dana untuk publikasi mereka. Kami bantu dan dorong supaya bisa publish di sana,” tegasnya.

Kebijakan insentif ini merupakan bukti nyata komitmennya dalam mempercepat jenjang akademik dosen demi meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33