Kabupaten Kediri, Tagarjatim.id – Sektor pariwisata dinilai tetap memiliki peluang besar untuk berkembang, meski kondisi ekonomi global turut memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kediri, Anang Prakasa Mardjito, menyebutkan bahwa tren pariwisata sangat erat kaitannya dengan kondisi ekonomi.
“Biasanya ketika ekonomi sedang baik, sektor pariwisata ikut naik. Sebaliknya, saat ada tekanan ekonomi, seperti dampak perang atau kenaikan harga minyak global, masyarakat cenderung menahan pengeluaran untuk wisata,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Meski demikian, ia menilai kebutuhan berwisata tetap tidak bisa diabaikan, terutama di tengah gaya hidup masyarakat modern.
“Sekarang wisata sudah menjadi kebutuhan. Orang butuh ‘healing’ untuk mengurangi stres dan kepenatan. Ini justru menjadi peluang,” katanya.
Menurutnya, Kabupaten Kediri memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata alam hingga wisata buatan, yang bisa terus dikembangkan.
“Wisata lokal harus terus didorong dengan inovasi dan ide-ide baru agar tetap menarik. Kediri tidak kekurangan potensi,” jelasnya.
Ia mencontohkan sejumlah destinasi alam seperti Gunung Kelud dan kawasan Pegunungan Wilis yang dinilai memiliki daya tarik kuat jika dikemas dengan baik.
“Sekarang dengan bantuan media sosial, banyak sudut-sudut menarik yang sebelumnya tidak dikenal jadi viral. Misalnya pengambilan gambar dengan drone yang memperlihatkan keindahan Gunung Kelud dari sisi yang berbeda,” ungkapnya.
Selain wisata alam, potensi wisata buatan dan sejarah juga dinilai belum tergarap maksimal. Sejumlah destinasi seperti Pemandian Corah, Ubalan, hingga situs-situs peninggalan sejarah dinilai memiliki nilai jual tinggi jika dikembangkan lebih serius.
“Banyak peninggalan sejarah seperti arca dan candi yang belum dieksplorasi secara maksimal. Padahal sekarang tren wisata sejarah dan arkeologi mulai diminati,” tambahnya.
Ia juga menyoroti peluang pengembangan wisata berbasis desa yang dinilai bisa menjadi alternatif menarik bagi wisatawan.
Ke depan, keberadaan Bandara Dhoho Kediri diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas.
“Potensi paket wisata itu besar. Jika didukung event-event wisata atau olahraga, tentu bisa menarik lebih banyak pengunjung yang datang melalui bandara,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, melainkan juga membutuhkan peran aktif pelaku wisata dan masyarakat.
“Perlu kolaborasi. Pemerintah mendorong, tapi pelaku wisata juga harus aktif menjalankan dan mengembangkan potensi yang ada,” pungkasnya. (*)






















