Kota Batu, Tagarjatim.id – Upaya memperkuat akses menuju kawasan wisata mulai menunjukkan dampak nyata. Pelebaran jembatan di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, menjadi titik krusial yang diyakini mampu mendongkrak pergerakan ekonomi desa.
Tak sekadar proyek infrastruktur, langkah ini dinilai sebagai pintu masuk percepatan sektor pariwisata sekaligus pengungkit kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelebaran jembatan yang digarap oleh pihak Mikutopia tersebut.
“Pelebaran jembatan ini sangat kami apresiasi. Selama ini akses di titik tersebut memang menjadi kendala, terutama saat musim libur,” ujarnya, Selasa (21/04).
Ia menegaskan, keterbatasan akses sebelumnya kerap menjadi hambatan utama, terutama saat lonjakan wisatawan terjadi.
“Dengan kondisi yang lebih lebar, tentu mobilitas warga dan wisatawan akan jauh lebih lancar dan aman,” imbuhnya.
Diketahui, sebelumnya jembatan hanya memiliki lebar sekitar 6 meter, sehingga tidak mampu dilalui dua kendaraan secara bersamaan. Kondisi tersebut kerap memicu kemacetan hingga harus diberlakukan sistem buka-tutup arus.
Kini, setelah diperlebar menjadi 10 meter, jembatan tersebut diproyeksikan mampu mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Menariknya, proyek ini dikebut dengan sistem kerja 24 jam guna mempercepat penyelesaian, mengingat tingginya kebutuhan akses di kawasan tersebut.
Lebih jauh, Suliyono menilai dampak pelebaran jembatan tidak hanya berhenti pada kelancaran lalu lintas.
“Kami optimistis, dengan akses yang semakin baik, kunjungan wisata akan meningkat dan secara otomatis berdampak pada pendapatan masyarakat,” katanya.
Ia menyebut sektor UMKM, pertanian, hingga jasa wisata akan menjadi pihak yang paling merasakan efek positif dari pembangunan ini.
“Ini peluang besar bagi warga Tulungrejo. Ekonomi desa bisa ikut bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Ke depan, pihak desa berharap pembangunan infrastruktur serupa dapat terus diperluas di titik-titik strategis lainnya.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus terjaga untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan akses yang semakin terbuka, Desa Tulungrejo kini tak hanya menjadi jalur menuju wisata, tetapi juga mulai menegaskan diri sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang terus tumbuh di Kota Batu.(*)

























