Kota Batu, Tagarjatim.id – Kenaikan harga produk plastik di Kota Batu kian tak terbendung. Dalam beberapa pekan terakhir, lonjakan harga bahkan menembus hingga 100 persen dan mulai memukul para pedagang di tingkat bawah.
Salah satu pedagang, Miftah Husadiah, mengungkapkan bahwa kenaikan ini sudah terasa sejak pertengahan bulan Ramadan lalu dan terjadi hampir di semua jenis produk plastik.
“Kenaikannya bertahap, awalnya sekitar 20 persen, lalu naik lagi 50 persen, sampai sekarang ada yang sudah 100 persen. Hampir semua item ikut naik,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah produk mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Plastik foam yang sebelumnya dijual Rp23 ribu per bal kini naik menjadi Rp32 ribu. Sementara kantong plastik yang semula Rp6 ribu per pak kini menjadi Rp12 ribu, dan gelas atau cup plastik dari Rp9 ribu melonjak menjadi Rp15 ribu per pak.
Menurut Miftah, kenaikan harga ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku plastik dari luar negeri. Kondisi geopolitik global, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, disebut turut berdampak pada distribusi bahan baku.
“Katanya karena impor bahan baku terganggu, jadi harga dari atas sudah naik duluan,” jelasnya.
Dampaknya, para pedagang kini berada dalam posisi sulit. Selain harus menyesuaikan harga jual, mereka juga menghadapi penurunan jumlah pembeli.
“Penjualan jelas turun. Banyak pembeli yang akhirnya beralih ke bahan kemasan lain yang lebih murah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi ini memaksa pedagang untuk lebih berhati-hati dalam mengambil stok barang agar tidak merugi.
“Sekarang kita harus pintar-pintar ngatur stok. Kalau terlalu banyak ambil, takut tidak laku karena harga mahal,” katanya.
Para pedagang berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan harga bahan baku plastik bisa segera kembali stabil, sehingga aktivitas perdagangan bisa kembali normal dan daya beli masyarakat pulih.(*)























