Kabupaten Malang – Petani sawi mengeluh akibat harga di pasaran rendah. Yakni seharga Rp 20 ribu per ikat.
Hal itu salah satunya dikeluhkan oleh petani sayur sawi, Jupri warga Deaa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Padahal pihaknya sudah memasuki masa panen.
“Panen saat ini Satu ikat dijual di pasar dengan harga Rp 20 ribu rupiah, dengan berat satu ikat kurang lebih 2 sampai 3 kilo gram,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (12/09/2024).
Padahal, apabila harga sedang bagus, Jupri bisa menjual Rp 45 ribu per ikat.
Jupri menyebut perlu waktu 50 hari untuk merawat tanaman Sawi hingga memasuki masa panen, dengan hasil panen mencapai 200 kuintal dilahan tanam kurang lebih 20 meter persegi.
Lantas, untuk menutupi kerugian biaya tanam akibat harga Sawi murah, maka harus mengganti tanaman sawi itu dengan jenis sayur lain.
“Kalau luas lahannya keseluruhan ada 5000 meter. Tidak hanya sawi, nanti setelah sawi akan tanam sayur lain, seperti padi,” pungkasnya.























